KADIN nilai target ekspor tahun ini sulit tercapai

JAKARTA: Kamar Dagang dan Industri Indonesia memperkirakan nilai ekspor  tahun ini hanya sekitar US$190 miliar atau tidak mencapai target pemerintah sebesar US$230 miliar menyusul realisasi kuartal I/2012 yang dibawah ekspektasi.Perkiraan nilai
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 29 April 2012  |  12:26 WIB

JAKARTA: Kamar Dagang dan Industri Indonesia memperkirakan nilai ekspor  tahun ini hanya sekitar US$190 miliar atau tidak mencapai target pemerintah sebesar US$230 miliar menyusul realisasi kuartal I/2012 yang dibawah ekspektasi.Perkiraan nilai ekspor sepanjang tahun ini tersebut itu juga lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi ekspor tahun lalu yang sebesar US$203 miliar.Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kadin Indonesia Natsir Mansyur mengatakan target ekspor tahun ini yang dicanangkan pemerintah sulit untuk dipenuhi karena krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa tidak kunjung membaik."Perkiraan kami, ekspor hanya US$190 miliar sampai US$200 miliar. Itu juga harus dengan susah payah mencapainya," jelasnyan pekan lalu.Dia menuturkan dunia usaha di dalam negeri masih pesimistis terhadap kondisi perekonomian di AS dan Eropa."Persoalan di AS dan Eropa belum selesai. Kondisi kuartal I tahun ini belum stabil di sana," kata Natsir.Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memperkirakan nilai ekspor kuartal I/2012 tidak mencapai target pertumbuhan 12% dibandingkan dengan periode yang sa,a tahun lalu.Dia menuturkan ekspor pada Januari-Maret 2012 maksimal hanya tumbuh 8% menjadi US$38,22 miliar, dibandingkan dengan Januari-Maret 2011 yakni US$35,59 miliar."Angka resmi ekspor dan impor kuartal I/2012 akan disampaikan nanti, tapi sampai saat ini kelihatannya berat. Pertumbuhan hanya 7%-8% dari target 12%, karena imbas dari krisis memang cukup serius," jelasnya.Kendati demikian, kata Bayu, Kemendag belum merevisi target ekspor tahun ini karena masih melihat realisasi pada periode berikutnya.Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami mengatakan pihaknya baru akan melihat kemungkinan revisi setelah angka resmi ekspor kuartal II/2012.Jika pertumbuhan pada April-Juni 2012 itu tetap melambat seperti Januari-Maret 2012, target ekspor kemungkinan besar akan direvisi dari US$230 miliar.Natsir mengatakan yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah memperketat pengawasan barang impor yang beredar di pasar dalam negeri guna mengantisipasi pelemahan pasar ekspor yang dihadapi produsen dalam negeri."Diperketatnya pengawasan di pasar dalam negeri antara lain melalui penerbitan revisi Permendag No. 39/2010 [tentang Impor Barang Jadi Oleh Produsen]. Sebentar lagi peraturan itu akan terbit," ungkapnya.Dia menuturkan peraturan tersebut membatasi hak importir umum dari sebelumnya boleh mengimpor seluruh jenis barang menjadi hanya 1 kelompok jenis barang yang terdiri dari maksimal 13 item.Di samping itu, peraturan tersebut juga mewajibkan importir memiliki bank garansi dan mematuhi kewajiban verifikasi terhadap barang impor di Indonesia.Adapun produsen juga dibatasi waktu jika ingin mengimpor barang jadi untuk tes pasar dan sebagai barang komplementer. Produsen yang ingin melakukan tes pasar melalui impor barang jadi hanya diperbolehkan selama 6 bulan hingga 1 tahun. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top