SAPI GILA: Tak sulit temukan pengganti sapi AS

JAKARTA: Indonesia bisa memperoleh daging sapi kualitas premium dari negara lain seperti Australia, Selandia Baru, dan Kanada, seiring dihentikannya untuk seementara impor dari AS.Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan impor daging
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 27 April 2012  |  18:12 WIB

JAKARTA: Indonesia bisa memperoleh daging sapi kualitas premium dari negara lain seperti Australia, Selandia Baru, dan Kanada, seiring dihentikannya untuk seementara impor dari AS.Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan impor daging sapi dari AS itu sekitar 15%-20% dari total impor daging hewan tersebut."Itu [dari AS] daging prime quality. Tidak sulit untuk menemukan penggantinya," jelasnya hari ini, Jumat, 27 April 2012. Dia menuturkan jika AS memberikan garansi bahwa daging sapi aman, pihaknya tetap akan mengecek bukti-bukti yang ada. "Lama disetopnya itu bergantung dari AS. Nanti akan kami nilai juga. Mereka juga belum menyerahkan bukti ilmiah," jelas Deddy. Indonesia menghentikan impor daging AS yang dikirim setelah 24 April menyusul penemuan penyakit sapi gila di California, AS. "Kami akan terus memantau situasi dan mencari informasi dari pihak berwenang AS. Kami tidak memiliki jangka waktu untuk berapa lama harus menghentikan impor," kata Mentan Suswono.Pekan ini, Departemen Pertanian AS menyatakan kasus penyakit sapi gila di negara itu pertama kali ditemukan dalam 6 tahun terakhir pada seekor sapi perah. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top