SAPI GILA: Toko modern segera merespons

JAKARTA: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) segera merespons kebijakan pemerintah yang menghentikan sementara impor daging sapi asal Amerika Serikat sampai otoritas AS berhasil mengatasi wabah penyakit sapi gila.Ketua bidang Supermarket Aprindo
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 27 April 2012  |  15:38 WIB

JAKARTA: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) segera merespons kebijakan pemerintah yang menghentikan sementara impor daging sapi asal Amerika Serikat sampai otoritas AS berhasil mengatasi wabah penyakit sapi gila.Ketua bidang Supermarket Aprindo Nugroho Setiadarma mengatakan selama ini toko modern bisa melakukan pengecekan asal daging sapi impor yang dikirimkan pemasok ke gerai, mengingat mesti disertai dengan label."Kalau ada informasi resmi, kami [peritel modern] harus cepat merespons. Mengikuti pemerintah punya anjuran," kata Nugroho saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini, Jumat, 27 April 2012.Nugroho mengatakan toko modern menjual sapi impor, di samping pasokan dari dalam negeri.Perbandingan harga untuk daging berkualitas impor, tambahnya, berbeda tajam dibandingkan pasokan dari lokal. Harga daging kualitas utama untuk impor ada yang mencapai harga Rp1 juta per kg."[Peritel] tahu kalau dari [pemasok] ini [mengirimkan ke toko] impor daging dari [negara mana]. Mereka masuk ada label semua," kata Nugroho.Seperti diketahui pemerintah memberikan toleransi kepada importir yang terlanjur mendatangkan daging dari Amerika Serikat, asalkan pengapalan dilakukan sebelum 24 April 2012.Selanjutnya, seluruh pengapalan daging dari AS setelah tanggal tersebut dilarang masuk  karena dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit sapi gila (bovine spongiform encephalopathy).Kebijakan pelarangan tersebut berlaku efektif mulai 24 April, dan bersifat sementara hingga otoritas  di AS berhasil mengatasi wabah penyakit sapi gila tersebut. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top