SAPI GILAPemerintah larang impor daging & MBM dari AS

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 26 April 2012  |  19:15 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan larangan pengapalan daging sapi beku dan meat and bone meals (MBM) yang diimpor dari Amerika Serikat mulai 24 April tahun ini menyusul adanya serangan penyakit sapi gila di negara itu.
 
Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Harpini mengakui selama ini ada impor daging sapi beku dari Amerika Serikat. Padahal, selama ini Indonesia mengimpor daging sapi beku dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Sementara itu, sapi bakalan hanya diimpor dari Australia.
 
"Iya kami keluarkan pelarangan masuknya daging dan MBM untuk pengapalan sejak 24 April [2012] dari Amerika Serikat," ujarnya kepada Bisnis hari ini.
 
Dia belum mengetahui secara pasti volume pengapalan daging sapi beku dan pakan ternak meat and bone meals dari Negeri Paman Sam tersebut.
 
Banun menuturkan Badan Karantina sedang menyampaikan notifikasi melalui fasilitas emergency notification tentang penghentian sementara pemasukan produk hewan dari Amerika Serikat.
 
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring mengatakan impor daging beku dari AS sekitar 20% dari total kuota impor setiap tahun.
 
"Selama ini [daging sapi beku impor] yang masuk hanya dari tiga negara saja yaitu Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat," ujarnya.
 
Dia menuturkan jika pemerintah melarang pengapalan daging sapi impor dari AS mulai 24 April, artinya barang yang sudah dikapalkan sebelum 24 April dan saat ini masih dalam perjalan, maka tetap diperbolehkan masuk ke Indonesia.
 
Munculnya penyakit sapi gila atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) di Amerika Serikat (AS) harus cepat diantisipasi dengan maksimal oleh pemerintah dengan melakukan penghentian dan serangkaian antisipasi sejak dini, mengingat impor daging sapi Indonesia 20%  berasal dari AS. 
 
Anggota Komisi IV DPR Rofi Munawar menegaskan pemerintah harus melakukan antisipasi dan pencegahan sejak dini terkait kasus sapi gila di Amerika ini. Jumlah impor sapi Indonesia memang relatif kecil dari Amerika, tetapi penanganan yang optimal akan menunjukan bagaimana kesiapan pemerintah terhadap beragam penyakit lainnya yang mungkin terjadi dari proses importasi.
 
Daging sapi impor asal AS itu untuk kebutuhan hotel dan restoran kelas atas. Departemen Pertanian Amerika Serikat belum lama ini melaporkan bahwa kasus Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) atau sapi gila telah terjadi di AS. Sapi yang terjangkit BSE itu berasal dari peternakan di California Tengah. 
 
Menurutnya, langkah pemerintah menghentikan sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat seperti yang disampaikan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan sudah tepat. 
 
Namun, langkah penghentian harus diikuti dengan meminta penjelasan resmi dari pihak AS terkait penyakit sapi gila yang sedang terjadi saat ini, sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan karantina dan memastikan bahwa daging sapi yang sudah masuk ke Indonesia dari AS  layak dikonsumsi. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top