AGRIBISNIS STRAWBERRY: Makin diandalkan warga Kabupaten Bandung

BANDUNG : Sedikitnya 1.000 kepala keluarga di Kabupaten Bandung mengandalkan mata pencahariannya di perkebunan buah strawberry.Rata-rata luas lahan perkebunan yang dimiliki masyarakat seluas 0,1 hektare, dan penghasilan yang didapat ketika panan/2 hari
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 April 2012  |  11:20 WIB

BANDUNG : Sedikitnya 1.000 kepala keluarga di Kabupaten Bandung mengandalkan mata pencahariannya di perkebunan buah strawberry.Rata-rata luas lahan perkebunan yang dimiliki masyarakat seluas 0,1 hektare, dan penghasilan yang didapat ketika panan/2 hari sebesar Rp500,000.Kepala Dinas Perkebunan, Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran mengatakan pada areal kebun seluar 0,1 hektare dapat dijadikan tempat menanam buah strawbery yang menggunakan media karung marlek (polybeg) sebanyak 1.000 buah, dengan jumlah pohon pada 1 polybeg sebanyak 4 pohon.“Buah strawberry yang dihasilkan petani rata-rata 50 kg/2 hari dan dijual kepada pengumpul dengan harga Rp10,000/kg, dalam satu bulan rata-rata penghasilan petani buah strawberry sebesar Rp7,500,000,” katanya, Kamis 26 April 2012.Tisna menuturkan pusat perkebunan buah strawberry di Kabupaten Bandung berada di Kecamatan Ciwidey, Ranca Bali, dan Pasir Jambu.Berdasarkan data dari 10 pengumpul besar buah strawbery yang ada di 3 kecamatan, rata-rata tiap pengumpul menerima buah strawberry dari petani sebanyak 2,5 ton/2 hari.Pengumpul besar ini yang membeli buah strawberry dari para petani untuk memenuhi permintaan pasar buah strawberry di luar Jawa Barat.“Buah strawberry yang di kirim ke luar Jabar, rata-rata 25 ton/2 hari, dan itu belum termasuk yang menjual hasil buahnya sendiri untuk memenuhi permintaan buah strawberry di pasar yang ada di Jawa Barat,” ujarnya. (ra)

 

>BACA JUGA

-Sulsel jadi provinsi terbaik

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Maman Abdurahman

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top