PELINDO II siap rampungkan penyatuan saham dengan Rukindo

 
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 26 April 2012  |  17:52 WIB

 

JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC menargetkan dapat merampungkan proses imbreng atau penggabungan saham milik PT Pengerukan Indonesia atau Rukindo tahun ini untuk dikembangkan menjadi anak perusahaan.

 

Rima Novianti, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo II mengatakan proses penyatuan saham PT Rukindo terus berlangsung. “Pembicaraan masih berlangsung dan ditargetkan imbreng itu bisa dilakukan tahun ini,” katanya, kemarin.

 

Menurutnya, IPC siap menerima tugas pemerintah sebagai pemegang saham tersebut guna merestrukturisasi PT Rukindo serta mengembangkannya menjadi perusahaan yang kuat di masa mendatang.

 

Dia mengakui pihaknya memerlukan perusahaan pengerukan untuk menjaga dan memelihara alur pelayaran dan kolam pelabuhan guna menjaga pelayanan kepada pengguna jasa. “Kebijakan pengalihan saham itu siap dilaksanakan.”

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino mengatakan pihaknya akan mengembangkan PT Rukindo menjadi anak perusahaan yang khusus bergerak di sektor pengerukan dalam rangka pemeliharaan lur pada pelabuhan milik Pelindo II.

 

Dia menjelaskan proyek-proyek pemeliharaan alur di wilayah kerja PT Pelindo II akan diserahkan kepada perseroan itu. “Nantinya akan kami jadikan sebagai anak perusahaan,” katanya.

 

Sebagaimana diketahui, Kementeruan Negara BUMN melayangkan surat kepada jajaran Direktur PT Rukindo agar mempersiapkan proses imbreng saham ke PT Pelindo II dan PT Dok Koja Bahari.

 

Surat No.S-95/MBU/2012 tertanggal 1 Maret 2012 tersebut langsung diteken oleh Menneg BUMN Dahlan Iskan. Surat itu berisi tiga butir. Pertama,  rencana pengalihan saham negara di PT Rukindo kepada PT Pelindo II kecuali aset berupa lahan dan galangan kapal yang akan dialihkan kepada PT DKB dalam kerangka restrukturisasi dan penyelamatan perusahaan.

 

Kedua, untuk merealisasikan rencana imbreng itu, manajemen PT Rukindo diminta menunjuk konsultan appraisal yang akan melakukan penilaian terhadap saham perseron berdasarkan nilai yang ada dipasar.

 

Ketiga, hasil penilaian terhadap saham PT Rukindo oleh konsultan appraisal itu agar segera disampaikan kepada Menneg BUMN. Hasil penilaian itu menjadi dasar untuk menentukan besarnya penyertaan modal negara ke dalam saham PT Pelindo II. (ea)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top