KONSESI TOL: Konsesi Lintas Marga diatur sesuai perjanjian

 
Linda Tangdialla | 26 April 2012 19:19 WIB

 

 

JAKARTA:  Badan Pengatur Jalan Tol akan menerapkan aturan berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol pada PT Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi ruas tol Cikampek-Palimanan, menyusul batas penandatangan perjanjian kredit proyek sepanjang 116,5 kilometerr itu ditetapkan besok.
 
 
Kepala BPJT Achmad Gani Gazaly mengatakan berdasarkan aturan PPJT menyebutkan jika badan usaha jalan tol cidera janji dari kesepakatan maka pemerintah dalam hal ini BPJT dapat menerapkan kebijakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
 
 
Adapun dalam aturan PPJT menyebutkan jika investor dinilai cidera janji maka BPJT akan memberikan tambahan waktu terbatas yang telah dituangkan dalam PPJT. 
 
 
"Yang penting ada komitmen dari investor, dan perbankan jika mereka janji akan membangun proyek itu. Tapi sampai saat ini kami masih menunggu keputusan besok," ujarnya hari ini.
 
 
Menurutnya dari sisi komitmen, LMS sudah memiliki kemampuan ekuitas yang cukup. Selain itu, katanya, progres rencana pembangunan tol itu juga sudah menunjukkan hal positif.
 
 
Misalnya saja, lanjutnya, dari total kebutuhan lahan yang dibutuhkan sudah sekitar 96%. Karena itu, diharapkan proyek itu tetap lanjut menyusul tingkat kebutuhannya yang cukup mendesak.
 
 
Sementara itu, Manager Proyek LMS Steve Ginting sulit dihubungi untuk dikonfirmasi kesiapan perusahaannya untuk menandatangani perjanjian kredit teersebut.
 
 
Sebelumnya, Steve mengatakan pihaknya tengah mempercepat pemenuhan syarat perjanjian kredit dengan perbankan. Dia menyebutkan sedikitnya ada 12 lembaga keuangan yang berencana membiayai proyek tersebut.
 
 
Adapun nilai kredit perbankan yang akan dikucurkan dari perbankan yakni sebesar Rp8,8 triliun, atau 70% dari total investasi proyek yang mencapai Rp12,5 triliun. Sedangkan sisanya yakni Rp3,7 triliun akan bersumber dari ekuitas perusahaan.
 
 
Sementara itu, untuk persiapan pelaksanaan konstruksi, lanjutnya, mereka telah memasuki tahap persiapan akhir dari segi teknis dengan konsultan-konsultan dan kontraktor pelaksana. Diperkirakan konstruksi bisa segera dimulai berbarengan dengan perjanjian kredit ditandatangani yakni pada April-Mei 2012.
 
 
Belum dimulainya proses konstruksi menurut Steve karena saat ini serah terima lahan belum siap, sehingga proses pembangunan belum bisa dilaksanakan. “Lahan masih diupayakan penyelesaian tanah-tanah konsinyasi dan lahan tukar guling milik Perhutani,” tambahnya.
 

Jika kegiatan konstruksi mundur menjadi paling lambat Mei 2012, maka ruas tol CIkampek-Palimanan baru akan rampung pada November 2014, atau mundur dari rencana semula pada September 2014. Karena berdasarkan rencana kerja perusahaan kegiatan konstruksi akan berjalan selama 30 bulan. Untuk pembangunan proyek, kegiatan kontraktor akan dibagi dalam enam paket pekerjaan.(msb)

 

Sumber : Mia Chitra Dinisari

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top