SANTOS pasok gas transportasi Jatim

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 April 2012  |  22:15 WIB

 

JAKARTA : Santos Indonesia berkomitmen memasok kebutuhan gas sebesar 5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk sektor transportasi di Jawa Timur yang akan bersumber dari lapangan baru, yakni Lapangan Peluang. 
 
Presiden Direktur Santos Indonesia Marjolijn Wajong mengatakan total produksi gas dari lapangan itu diperkirakan sebesar 25 MMSCFD. 
 
“Kami komitmen untuk suplai sebanyak 5 MMSCFD dari lapangan kami untuk transportasi. Tapi memang ngga bisa mulai hari ini, karena harus kembangkan lapangan baru. Lapangan yang sudah ada, sudah ada pembelinya. Dari lapangan baru ini, sebanyak 5 MMSCFD akan dialokasikan untuk BBG,” ujarnya ketika ditemui di kantornya hari ini. 
 
Pasokan gas untuk BBG itu di antaranya untuk memasok wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Terkait harganya, Santos berharap harganya bisa keekonomian sekitar US$6—US$7 per juta British thermal unit (MMBTU). Namun, harga akhirnya nanti akan ditentukan bersama BP Migas.  
 
Lapangan Peluang lokasinya berdekatan dengan Lapangan Maleo di Selat Madura, Jawa Timur. Lapangan itu diperkirakan bisa onstream pada Januari 2014 dengan total produksi 25 MMSCFD. Sayangnya Marjolijn enggan merinci kebutuhan investasi pengembangan lapangan tersebut. 
 
Saat ini, Santos sedang mendalami pengembangan teknik aset Lapangan Peluang yang nantinya akan disambungkan dengan anjungan produksi platform Maleo yang sudah ada. Adapun komersialisasi gas sedang dalam tahap pembicaraan dengan BP Migas, termasuk mencari potensi calon pembeli dari sisa produksinya 20 MMSCFD.
 
“Saat ini sedang engineering review di Lapangan Peluang. Kami sedang lihat peralatan, biaya, dan kira-kira berapa lama. Pada akhir 2011 PoD-nya [Plan of Development] sudah ditandatangani,” ujarnya. 
 
Marjolijn mengatakan review yang lebih detail diperkirakan selesai pada Juni 2012. Setelah itu, baru memasuki tahap Front End Engineering Design (FEED) kemudian Authorization For Expenditure (AFE) sebagai persetujuan untuk fasilitas dan pengeboran oleh BP Migas. 
 
Saat ini daerah operasi Santos ada 3. Pertama adalah Lapangan Maleo yang sudah committed 100 BBTUD untuk PGN dan industri. Kedua adalah Lapangan Oyong yang sudah committed 30 BBTUD untuk Indonesia Power (pembangkit Grati). 
 
Terakhir, Lapangan Wortel yang sudah committed 50 BBTUD, terdiri dari 30 BBTUD untuk Indonesia Power, 17 BBTUD untuk PT Sampang Mandiri Perkasa (BUMD Sampang), dan 3 BBTUD untuk PT Pasuruan Migas (BUMD Pasuruan). (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top