Waduh.. operasional tol Semarang-Solo molor lagi!

JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk memperkirakan realisasi operasional ruas tol Semarang-Solo sepanjang 75 kilometer akan molor setahun dari rencana berfungsi pada 2014 menjadi 2015 mendatang.  Molornya rencana operasional itu, menyusul konstruksi seksi
Linda Tangdialla | 25 April 2012 13:41 WIB

JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk memperkirakan realisasi operasional ruas tol Semarang-Solo sepanjang 75 kilometer akan molor setahun dari rencana berfungsi pada 2014 menjadi 2015 mendatang.  Molornya rencana operasional itu, menyusul konstruksi seksi Bawen-Solo sulit dilaksanakan karena terkendala kondisi fisik lokasi yang melewati pegunungan.Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan kondisi fisik konstruksi sulit dilakukan karena geografisnya yang cukup berat karena keras dan berliku."Memang cukup sulit karena kondisinya yang berat, namun kami berusaha mempercepat realisasinya dengan percepatan pembebasan tanah dan memulai konstruksi untuk rute yang tidak terlalu berat," ujarnya di Jakarta.Dia mengatakan percepatan lainnya, yakni menyelesaikan seksi II rute Ungaran-Bawen sepanjang 13 kilometer yang ditargetkan rampung pada 2013. Sebelumnya, perusahaan juga sudah mengoperasikan seksi I Semarang-Ungaran tahun lalu.Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan pemerintah tetap menghimbau agar ruas tol tersebut tetap terealisasi pada 2014.Karena itu, menurut Gani Jasa Marga sebagai pemegang konsesi diminta untuk mencari solusi percepatan pembangunan tersebut, misalnya dengan penerapan teknologi yang dapat mempermudah pembangunan konstruksi yang dinilai sulit tersebut.  Pasalnya, katanya, pemerintah menargetkan seluruh ruas Trans Jawa mulai beroperasi pada 2014. "Trans Jawa tetap harus diusahakan selesai 2014, sesuai dengan jadwal kerja yang disusun sebelumnya," ujarnya hari ini.Tol Semarang-Solo senilai Rp1,9 triliun, konsesinya dipegang oleh PT Trans Marga Jateng (TMJ). Untuk meningkatkan kelayakan, Jasa Marga sebagai perusahaan induk akan membiayai talangan dukungan pendanaan dari pemerintah senilai Rp1,9 triliun.

 

Kompensasinya, perusahaan akan perpanjangan konsesi diatas 35 tahun, penyesuaian tarif dan kompensasi lainnya.Bentuk kompensasi lain ini rencananya pemerintah akan memberikan dua ruas tol baru yang akan diterimanya sebagai pengganti dana untuk investasi seksi Bawen-Solo.Pembangunan proyek jalan tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (16,3 km) yang sudah beroperasi sejak diresmikan pada November 2011.Kemudian seksi II Ungaran-Bawen (13,33 km), seksi III Bawen-Salatiga (18,2) km, seksi IV Salatiga-Boyolali (22,4 km), dan seksi V Boyolali-Karanganyar (11,1 km). (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top