PRODUK PERIKANAN: Promosi ke UE ditingkatkan

 JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus meningkatkan promosi produk perikanan guna meningkatkan penetrasi perluasan jaringan pasar ke Uni Eropa.Hingga kini, UU merupakan pasar tujuan ekspor terbesar ketiga setelah Amerika Serikat
Gajah Kusumo | 24 April 2012 19:45 WIB

 JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus meningkatkan promosi produk perikanan guna meningkatkan penetrasi perluasan jaringan pasar ke Uni Eropa.Hingga kini, UU merupakan pasar tujuan ekspor terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang dengan pangsa pasar mencapai 13%. Ekspor produk perikanan Indonesia ke UEmulai bergairah sejak tahun lalu dengan pencapaian hingga US$ 3,52 miliar.Peningkatan ekspor ke UE ditopang kesepakatan perdagangan bebas dengan penghapusan tarif bea masuk. Uni Eropa juga mulai bergantung pada impor ikan karena minimnya kapasitas produksi akibat kebijakan moratorium penangkapan ikan di benua biru.Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan pasar UE tetap atraktif bagi industri perikanan dalam negeri meski sejumlah negara menerapkan persyaratan pasar yang sangat ketat khususnya terkait keamanan dan keberlanjutan sumber daya perikanan."Besarnya potensi pasar di wilayah Eropa tersebut perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis hari ini, Selasa, 24 April 2012.Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah bekerja sama dengan sejumlah pemerintah UE guna membidani pameran produk perikanan Indonesia di Brussel Belgia.Promosi ini dimanfaatkan oleh 14 perusahaan perikanan di Indonesia yang memamerkan sejumlah produk hasil perikanan seperti tuna, udang, marlin, snapper, grouper, mahi-mahi, serta beberapa produk pengolahan hasil laut yang bernilai tambah.Selain itu, berbagai upaya juga dilakukan KKP bersama perwakilan Indonesia di Brussels  untuk menangani isu perikanan tangkap ilegal, menjaga kelestarian sumber daya ikan, serta mendukung penerapan praktek budidaya. (25/tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top