PON PEKANBARU> Angkasa Pura II kebut penyelesaian Bandara Sultan Syarif Kasim II

JAKARTA: PT Angkasa Pura II kebut penyelesaian pembangunan terminal penumpang baru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru senilai Rp153,6 miliar menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional, ditarget sudah dapat beroperasi pada September 2012.“Kami
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 24 April 2012 16:36 WIB

JAKARTA: PT Angkasa Pura II kebut penyelesaian pembangunan terminal penumpang baru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru senilai Rp153,6 miliar menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional, ditarget sudah dapat beroperasi pada September 2012.“Kami targetkan soft opening (pembukaan) terminal baru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dapat digelar pada September 2012,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko, Selasa, 24 April 2012.Dia menambahkan pihaknya terus menggenjot kemajuan proses pembangunan terminal baru penumpang di bandara Pekanbaru ini untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan pada 9-20 September 2012.“Sampai kini progresnya sudah signifikan, sudah 90%, kami genjot terus agar dapat digunakan saat pelaksanaan PON,” tuturnya.Tri menjelaskan terminal baru Bandara Sultan Syarif Kasim II dibangun dengan luas 16.000 m2, jauh dari terminal sebelumnya yang hanya 6.596 m2. Luas apron bertambah menjadi 82.500 m2 dari sebelumnya 47.248 m2.Menurut dia, pembangunan terminal baru juga dilengkapi area parkir yang lebih luas. Nantinya mampu menampung 350 unit mobil, 50 taksi, plus sekitar 30 parkir inap mobil dan motor. “Pembangunan Bandara Sultan Syarif Kasim II yang lebih baik dan modern ini untuk menjawab kebutuhan penumbang, barang maupun jasa lainnya,” katanya.Tri menjelaskan sebenarnya AP II sedikit berlari mengerjakan ketertinggalan pembangunan bandara di bawah naungannya. Hal ini mengingat mayoritas bandara sudah melampaui kapasitas tampungnya atau kelebihan muatan. Untuk Bandara Syarif Kasim II Pekanbaru saja, sudah kelebihan muatan atau over capacity sebesar 154%, yakni jumlah penumpang sudah mencapai 2,54 juta per tahun, sedangkan daya tampung hanya 1 juta.“Kami harus berlari mengejar ketertinggalan, jumlah penumpang bertumbuh lebih cepat ketimbang kapasitas tampung bandara,” tuturnya.Direktur Teknik dan Operasional PT AP II Salahuddin Rafi mengatakan pihaknya menganggarkan dana Rp153,6 miliar untuk pembangunan terminal baru Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ini.AP II mencatat 10 dari 12 bandara yang dikelolanya sudah melampaui kapasitas tampung atau over capacity  dan Bandara Polonia Medan tercatat paling tinggi yakni sudah over capacity hingga 617% dari kapasitasnya. Jumlah penumpang di Bandara Polonia Medan sepanjang 2011 tercatat sebanyak 7,17 juta orang per tahun, sedangkan kapasitas tampung hanya 1 juta orang.Tri mengatakan hanya dua bandara yang di bawah pengelolaannya kapasitas tampung terminal penumpangnya masih di bawah kapasitas maksimal, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, dan Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.Dia menambahkan bandara lainnya yang over capacity paling tinggi adalah Bandara Sultan Thaha Jambi. Jumlah penumpang di bandara ini sudah mencapai 1,01 juta orang atau 305,6% dari kapasitas tampung terminal yang ada hanya 250.000 orang.Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengatakan bandara harus dikembangkan. “Jangan terlambat seperti sekarang, karena jumlah penumpang kita bertambah 15% per tahunnya.”Kemenhub, lanjut Herry, juga turut andil mengembangkan bandara-bandara unit pelayanan teknis (UPT) di bawah naungannya ditargetkan dapat mempercepat pembangunan 24 bandara UPT tahun ini, tetapi terkendala biaya. Dalam setahun pemerintah hanya mampu menganggarkan Rp2,3 triliun, sementara kebutuhan mencapai Rp6,4 triliun per tahun.“Pembangunan ke-24 bandara unit pelayanan teknis (UPT) tersebut yang mayoritas berada di Timur Indonesia itu sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu, namun kami targetkan dapat selesai pada tahun ini,” katanya.Dia menambahkan dari 24 bandara UPT yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan yang akan dibangun, direhabilitasi dan dipelihara, baru sembilan bandara yang sudah menunjukkan perkembangan signifikan. (Faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top