PERUMAHAN BURUHPemerintah siapkan 200.000 unit

 
Deriz Syarief | 24 April 2012 21:02 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Perumahan Rakyat melakukan kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan PT Jamsostek untuk menyediakan perumahan umum bagi pekerja/buruh sebanyak 200.000 unit.
 
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan kesepakatan yang telah ditandatangani kemarin merupakan komitmen pemerintah untuk para pekerja/buruh agar dapat memiliki rumah.
 
"Dengan adanya kesepakatan bersama ini kami harapkan para pekerja/buruh dapat memiliki rumah tinggal khususnya rumah tapak dengan cara mencicil," kata Faridz melalui siaran persnya hari ini.
 
Dia menjelaskan pembangunan rumah tersebut akan bekerjasama dengan Perum Perumnas. Namun, tidak menutup kemungkinan akan menggandeng perusahaan yang memiliki koperasi karena koperasi dapat berperan seperti pengembang yang akan membeli lahan dan menyediakan prasarana umum dan membantu kredit pemerintah sehingga dapat menekan harga.
 
Selain itu, lanjutnya, Kemenpera juga akan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dikhususkan untuk lajang sebanyak 120 twin blok dan diperkirakan dapat menampung 300 pekerja.
 
Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan pinjaman uang muka bagi pesertanya. "Jadi untuk uang muka rumah nanti Jamsostek akan memberikan bantuan yang besarnya tergantung dari penghasilan dari setiap pekerja/buruh peserta Jamsostek," katanya.
 
Menurutnya besaran bantuan pinjaman yang diberikan oleh Jamsostek kepada anggotanya dengan gaji Rp5 juta total pinjaman yang diberikan Rp20 juta, pekerja dengan gaji antara Rp5 juta–Rp10 juta diberikan pinjaman sebesar Rp35 juta dan pekerja dengan gaji diatas Rp10 juta bisa mendapatkan bantuan pinjaman uang muka sebesar Rp50 juta dengan tenor 10 tahun  dan tingkat bunga efektif 6%.
 
"Tentunya pekerja yang dapat mengakses bantuan pinjaman ini adalah pekerja/buruh yang sudah menjadi peserta jamsostek minimal masa kerja 10 tahun," imbuhnya.
 
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimim Iskandar mengajak semua pihak agar proaktif dalam penyediaan perumahan umum bagi pekerja/buruh.
 
“Kami mengajak semua pihak untuk lebih proaktif dan lebih cepat dalam bekerjasama menyelesaikan berbagai tunggakan yang sifatnya regulasi atau dalam rangka  untuk membangun pola hubungan industrial yang baik dan harmonis terkait penyediaan rumah umum bagi pekerja/buruh," katanya.
 
Menurutnya Kemenakertrans akan memberikan subsidi uang muka sebesar Rp2 juta untuk setiap pekerja/buruh secara bertahap. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top