KEMATIAN TKI BNPPTKI kirim pejabat ke Malaysia

 
Jessica Nova | 24 April 2012 21:09 WIB

 

JAKARTA: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Indonesia  (BNPPTKI) menugaskan  Direktur Pengamanan Kedeputian Perlindungan Brigjen (Pol) Bambang Purwanto untuk  menindaklanjuti kasus kematian 3 orang TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.
 
Kematian TKI asal Desa Pancor Kopong, Pringgasela Selatan itu akibat penembakan oleh Polisi Diraja Malaysia pada 25 Maret 2012 di kawasan Port Dickson, Negeri Sembilan negara itu.
 
“Jadi, hari ini kami memberangkatkan pejabat polisi dari BNP2TKI untuk menelusuri dan memperjelas adanya tragedi penembakan 3 orang TKI itu,” ujarn Kepala BBNPPTKI  Moh. Jumhur Hidayat hari ini, Selasa 24 April 2012.
 
Keberangkatan aparat BNP2TKI itu, lanjutnya, berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur dan diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian Malaysia.
 
Menurut Jumhur, dengan penugasan langsung itu diharapkan juga segera diperoleh kejelasan adanya motif penembakan ‘tidak manusiawi’ yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia.
 
Cara penanganan Polisi Diraja Malaysia membuat nyawa 3 orang TKI, yakni Herman (34 tahun), Abdul Kadir Jaelani (25 tahun), dan Mad Nur (28 tahun) meninggal secara mengenaskan.
 
Selain keberatan, Jumhur juga protes keras dengan tindakan polisi Malaysia karena dianggap terlalu merendahkan nyawa para TKI.
 
“Pemerintah dimungkinkan menyampaikan protes resmi melalui saluran diplomatik mengenai kasus penembakan itu,” tegasnya. (sut)
 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top