KERJA SAMA BILATERAL: Perdagangan RI-Italia digenjot

JAKARTA: Perdagangan Indonesia dan Italia diharapkan meningkat dari realisasi tahun lalu sebesar US$5 miliar, menyusul kunjungan delegasi pelaku bisnis dan wakil pemerintahan Italia ke Indonesia.Total perdagangan Indonesia dan Italia pada 2011 meningkat
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 April 2012  |  16:15 WIB

JAKARTA: Perdagangan Indonesia dan Italia diharapkan meningkat dari realisasi tahun lalu sebesar US$5 miliar, menyusul kunjungan delegasi pelaku bisnis dan wakil pemerintahan Italia ke Indonesia.Total perdagangan Indonesia dan Italia pada 2011 meningkat hampir dua kali lipat dari 2010. Indonesia mengekspor batu bara, produk kimia, dan minyak sawit ke Italia dan mengimpor mesin-mesin, termasuk peralatan rumah, besi (tabung baja dan pipa), mobil, suku cadang mobil dan aksesoris.Dari sisi investasi, Italia telah menanamkan modal di Indonesia hingga US$23,4 juta untuk 18 proyek pada 2010. Adapun pada kuartal IV/2011, hanya ada 12 proyek dengan nilai investasi US$3,6 juta.“Kami antusias menerima kunjungan delegasi Italia kali ini karena Indonesia bisa meningkatkan perdagangan dan menarik minat investasi Italia,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Emirsyah Satar saat menerima delegasi Italia yang dipimpin Menteri Luar Negeri Giulio Terzi, hari ini, 24 April 2012.Emir menuturkan Indonesia adalah negara tujuan investasi yang tepat, mengingat dalam beberapa tahun terakhir memiliki stabilitas ekonomi yang cukup baik hingga lembaga pemeringkat kredit Fitch an Moody’s memberikan penghargaan dengan rating investment grade.Kondisi itu juga ditopang ekonomi yang tumbuh 6,5% tahun lalu dan diharapkan tumbuh 6,3%-6,7% tahun ini serta tekanan inflasi di dalam negeri yang terkendali.“Dengan pasar domestik yang besar, konsumsi dalam negeri akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Arus modal yang masuk cenderung naik karena peningkatan peringkat kredit  dan iklim bisnis yang makin baik,” tuturnya. (08/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top