BANDARA SOEKARNOHATTA diaudit Airport Council International

 
nonaktive - Arif Gunawan Sulistyono | 23 April 2012 16:18 WIB

 

JAKARTA: PT Angkasa Pura II seriusi peningkatan keselamatan landasan pacu di Bandara Soekarno-Hatta dengan mengundang Airport Council International (ACI) untuk memantau kondisi fisik di lapangan.
 
Kedatangan ACI, asosiasi bandar udara di dunia ini melalui acara Airport Excellent (Apex) in Safety yang diselenggarakan PT Angkasa Pura (AP) II pada 23 April-3 Mei 2012 di Bandara Soekarno-Hatta.
 
Direktur Utama PT AP II Tri S. Sunoko mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan safety level (keselamatan) landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta. 
 
“Angkasa Pura II sebagai operator bandara selalu memprioritaskan keselamatan penerbangan dan keselamatan penumpang. Bersama dengan ACI, kami berusaha meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan dalam dunia penerbangan,” tuturnya hari ini, Senin 23 April 2012.
 
Dia menjelaskan fokus utama pembahasan dalam Apex in Safety kali ini menyangkut keselamatan landasan pacu pesawat atau runway karena dinilai sangat penting dan  kompleks.  APEX in Safety juga pernah dilakukan oleh ACI dengan Bandara Lome Tokoin di Logo Afrika Barat dan Bandara Incheon Korea Selatan.
 
“Selama tim ACI berada di Bandara Soekarno-Hatta, yakni 10 hari, mereka akan melakukan studi lapangan, menganalisa hasil di lapangan, kemudian memberikan rekomendasi kepada AP II untuk dapat meningkatkan keselamatan pada runway.
 
Tri menjelaskan hasil dari temuan ACI akan ditindak lanjuti, dan jika ditemukan perlu perbaikan, biayanya akan diambil dari internal AP II.
 
“Saat ini kami belum bisa menentukan biaya untuk peningkatan safety runway terkait ACI ini, setelah ada temuan baru dikeluarkan, paling tidak kami sudah menganggarkan untuk revitalisasi Rp11,75 triliun untuk tahap awal,” katamya.
 
Menurut Tri, kapasitas tampung runway di Bandara Soekarno-Hatta harus ditingkatkan, karena pada saat ini sudah tercatat 72 pergerakan pesawat per hari, sedangkan idealnya satu runway melayani 52 pergerakan pesawat per jam.
 
Bahkan dalam setahun pada 2011, lanjutnya, pergerakan pesawat bertambah dari 305.541 dari 345.508. Jumlah penumpang juga pada tahun  lalu mencapai 51,5 juta, sedangkan kapasitas tampung terminal hanya 22 juta per tahun.
 
Direktur Teknik dan Operasional PT AP II Salahuddin Rafi mengatakan pemantauan oleh ACI diawali dari safety runway, dari 28 kategori, hanya enam yang ditinjau, khususnya untuk daerah sekitar runway, sekitar terminal, apron di Bandara Soekarno-Hatta.
 
“Saat ini masih Bandara Soekarno-Hatta dulu, nanti setelah ada hasilnya dari ACI, kami akan mengumpulkan General Manager di bandara-bandara lain yang dikelola AP II untuk menyampaikan apa-apa saja yang harus ditingkatkan soal safety di runway.  (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top