IZIN EKSPLORASI: Izin ilegal ancam iklim investasi tambang

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 April 2012  |  19:55 WIB

 

 

JAKARTA : PT Bukit Asam (Persero) Tbk menyatakan kasus pemberian izin eksplorasi ilegal terhadap sekitar 34 perusahaan swasta oleh Harunata, Bupati Lahat periode 2003-2008, bisa berdampak pada iklim investasi pertambangan.

 

Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan selain berdampak pada investasi tambang, kasus yang sedang menimpa PTBA saat ini juga mencederai profesi ahli geologi.

 

“Istilah saya, kita belanja bumbu, daging, ke pasar, sudah siap dihidang di meja tapi tiba-tiba orang-orang yang belanja itu disuruh kabur dan orang lain yang makan. Bagi saya ini menyakitkan. 10 tahun anak buah saya di dalam hutan mencari mineral dan batu bara. Untuk profesi ahli geologi, ini sangat menyakitkan,” ujarnya dalam konferensi pers, hari ini.

 

Milawarma mengatakan kini ada kecenderungan perusahaan tambang Indonesia tidak berani menambah penelitian untuk eksplorasi, apalagi perusahaan asingnya. Pasalnya, hasil penelitian itu tiba-tiba saja bisa dijual ke pihak-pihak lain, sehingga mereka bisa tinggal langsung mengeksplorasi.

 

“Ini ada filosofi yang dilanggar. Akibatnya saat ini orang rame-rame membeli yang sudah terhidang [sudah hasil eksplorasi]. Dampaknya, investasi eksplorasi mineral dan batu bara langsung nyungsep. Ini kegelisahan profesi,” ujarnya.

 

PTBA sendiri saat ini jadi berhati-hati saat mempublikasikan data hasil eksplorasi, mengingat PTBA adalah BUMN dan perusahaan terbuka. Menurutnya, kasus yang menimpa PTBA ini bukan semata masalah bisnis, tapi juga menyangkut masalah kondisi investasi pertambangan yang sangat bahaya. “BUMN saja dibegitukan apalagi investor asing,” ujarnya. (msb)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Vega Aulia Pradipta

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top