KINERJA USAHA: Eratex incar pertumbuhan penjualan 46%

JAKARTA: Produsen garmen berorientasi ekspor PT Eratex Djaja Tbk menargetkan penjualan 2012 sebesar Rp409,05 miliar, tumbuh 46% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya  Rp259,37 miliar..Financial Controller Eratex Djaja Firman Wahyudi menyebut,
Matroji | 23 April 2012 14:58 WIB

JAKARTA: Produsen garmen berorientasi ekspor PT Eratex Djaja Tbk menargetkan penjualan 2012 sebesar Rp409,05 miliar, tumbuh 46% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya  Rp259,37 miliar..Financial Controller Eratex Djaja Firman Wahyudi menyebut, pertumbuhan pendapatan tersebut akan ditopang oleh penambahan permintaan dari pembeli yang sudah ada serta rencana perseroan menggarap beberapa negara baru sebagai pasar ekspor.“Dari existing customer kami ada tambahan permintaan, sebelumnya itu sulit dipenuhi karena keterbatasan modal kerja. Perseroan juga sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa customer asal Jepang,” jelasnya pada paparan publik di Jakarta, hari ini 23 April 2012.Wahyudi menambahkan, perseroan juga akan terus memerbesar pasar di negeri Paman Sam. Berdasarkan data perseroan, hingga akhir tahun ini pasar Amerika Serikat menjadi penopang utama pendapatan perseroan dengan kontribusi pendapatan mencapai 83%.Hingga tiga bulan pertama tahun ini, emiten berkode saham ERTX tersebut telah membukukan penjualan sebesar Rp119 miliar. Capaian tersebut, Wahyudi menjelaskan, membuat perseroan yakin target tahun ini akan bisa terlewati.Demi memuluskan target penjualannya, perseroan berencana menambah 10 line baru, melengkapi 44 line yang sudah ada saat ini. Penambahan line tersebut membuat kapasitas produksi perseroan melonjak 41,67%, dari 300.000 potong per bulan menjadi 425.000 potong per bulan.“Kami anggarkan belanja modal US$1,5 juta—US$ 2 juta untuk menambah 10 line baru. Sebagian besar capex akan dipenuhi dari pinjaman perbankan,” tuturnya.Sayangnya, Wahyudi enggan menyebut berapa besar pinjaman yang sedang dijajaki perseroan. Dia hanya menyebut, bahwa saat ini ERTX sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa bank domsetik dan asing.Agar bisa segera berjalan, perusahaan yang berdiri sejak 1972 tersebut menargetkan seluruh belanja modal bisa terealisasi pada semester I tahun ini.Menurutnya, hingga bulan ini jumlah belanja modal yang sudah dipakai mencapai setengah dari total capex.Meski menargetkan pertumbuhan pendapatan signifikan, proyeksi laba bersih perseroan di tahun 2012 justru berada di bawah raihan tahun 2011.Tahun ini, laba bersih ERTX diprediksi mencapai Rp11,31 miliar, anjlok 86,62% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya senilai Rp84,59 miliar.“Tahun lalu kami dapat forgiveness atau pemotongan hutang hingga US$9,8 juta sehingga laba bersih perseroan bisa naik tajam,” bebernya.Disinggung mengenai rencana divestasi salah satu anak usahanya PT Aseiatex Garrmindo, Wahyudi mengaku saat ini perseroan masih menggodok bagaimana eksekusi divestasi tersebut.Menurutnya, seluruh mesin milik Asiatex Garmindo telah dijual kepada PT Eratex Djaja Tbk sebagai induk usaha sehingga yang tersisa hanya lembar sahamnya saja.Perseroan juga akan melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit dalam tiga tahun buku terakhir untuk meghapus defisit senilai Rp171 miliar. (21/Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top