BISNIS PERIKANAN: Puluhan ribu cold storage siap didirikan

JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana mendistribusikan 20.000—30.000 unit cold storage guna mendukung proyek pengembangan pelabuhan penghubung antara sentra produksi dan pasar perikanan tangkap.Dirjen Pengolahan
Gajah Kusumo | 22 April 2012 17:02 WIB

JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana mendistribusikan 20.000—30.000 unit cold storage guna mendukung proyek pengembangan pelabuhan penghubung antara sentra produksi dan pasar perikanan tangkap.Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Hutagalung mengungkapkan ketersebaran infrastruktur cold storage di sejumlah hub pelabuhan utama dapat mengantisipasi tersendatnya suplai bahan baku bagi industri perikanan.Menurut Saut, pembangunan gedung pendingin tahap awal akan diprioritaskan untuk sejumlah pelabuhan penghubung utama yang direncanakan ditempatkan di dua sentra produksi yakni Ambon dan Sorong. Pengembangan cold strorage di Indonesia bagian timur lebih didorong karena cadangan sumber daya perikanan masih sangat melimpah.Sementara itu, pengembangan pelabuhan penghubung di sentra pasar direncanakan di Surabaya, Jawa Timur, dan Bitung di Sulawesi Utara. Sentra pasar itu akan mengumpulkan ikan dari sentra penghubung produksi untuk disebar ke usaha pengolahan.               KKP juga akan mendorong swasta menggelontorkan Rp 600 miliar guna merealisasikan lima gedung pendingin berkapasitas 30 ribu ton. Swasta akan memeroleh kompensasi berupa insentif kemudahan dalam memeroleh pasokan bahan baku ikan. Kontribusi swasta tersebut merupakan bagian integral dari sistem logistik ikan nasional (SLIN).“Logistik perikanan sedang dimantapkan terutama dalam menentukan hub utama di sentra produksi dan pasar. Hub-hub utama itu diharapkan sudah dibangun pada 2013,” ungkapnya kepada Bisnis hari ini.Pengembangan logistik perikanan Wacana merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang cetak biru pengembangan sistem logistik nasional. Kementerian Perekonomian, Kementerian Kelautan Perikanan, dan Kadin akan berkolaborasi menyusun terbangunnya pelabuhan perikanan berorientasi ekspor.Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengungkapkan sejumlah pelabuhan baru akan dibangun untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan ikan akibat terbatasnya jumlah gudang pendingin terutama di kawasan perairan Indonesia bagian timur.Selain itu, serunya, revitalisasi pelabuhan lama akan dilakukan guna menjamin kapasitas yang lebih besar dan efektivitas rantai suplai ikan. Industri perikanan membutuhkan setidaknya dua pelabuhan berskala internasional yang terhubung dengan moda transportasi lainnya.“Pengusaha-pengusaha yang tergabung di Kadin sudah berkomitmen membantu menyediakan kapal. Pemerintah didorong untuk menyediakan pelabuhan. Total investasi masih harus dibahas lebih lanjut,” ungkapnya.Menurut Natsir, buruknya sarana dan infrastruktur perikanan di Indonesia berkontribusi besar meningkatkan ongkos logistik. Hingga kini, cost logistik di Indonesia mencapai 17%. Hambatan logistik akan memperlemah daya saing produk perikanan Indonesia baik di pasar domestik maupun ekspor.Natsir yakin revitalisasi pelabuhan perikanan merupakan salah satu solusi untuk menekan biaya logistik menjadi 10% pada 2015. Dia berharap revitalisasi tersebut akan memberikan jaminan pendukung pasokan ikan serta peningkatan kapasitas industri pengolahan hasil perikanan.“Nanti konsepnya multimoda karena didukung juga oleh bandara internasional sehingga bisa menekan lead time dalam proses ekspor produk perikanan,” jelasnya.Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Ady Surya mendesak pemerintah mengawali upaya perbaikan logistik perikanan dengan memperluas kepemilikan armada kapal tangkap tuna. Dia mencatat tidak banyak pabrik pengalengan ikan yang mempunyai kapal tangkap sendiri.Selain itu, Ady meminta pemerintah membantu pendanaan pengembangan gedung pendingin. Keterbatasan lahan dan dana membuat pelaku usaha pengalengan ikan tidak mampu menyerap bahan baku tuna secara maksimal.“Kalau bisa pembangunan cold storage setidaknya sudah menyentuh semua area di Pantura,” ungkapnya. (faa)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita Utama BISNIS INDONESIA HARI INI

+ Suzuki ERTIGA bikin AVANZA dan GRAND LIVINA GALAU!

+ MEGA CAPITAL to raise SUKUK RETAIL

+ MARKET MOVING: United Tractors eyes to work mine mouth power project in Riau

+ MAYORA BONDS oversubscribed 5 times!

+ LEE WESTWOOD Juarai Golf CIMB-NIAGA Indonesia Master

+ WADUH, ada Bentrok BRIMOB lawan KOSTRAD

+ Mobil Serempetan, RIO HARYANTO gagal di GP2 Bahrain

 

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top