PEMBANGKIT LISTRIK: PGE pasang target agresif panas bumi 1.932 MW

JAKARTA: PT Pertamina Geothermal Energy memasang target agresif pemanfaatan panas bumi hingga 1.932 MW pada 2016 dengan investasi sekitar US$3,6—US$4 miliar.Presiden Direktur PGE Slamet Riadhy mengatakan untuk mencapai target itu, perlu beberapa
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 April 2012 18:34 WIB

JAKARTA: PT Pertamina Geothermal Energy memasang target agresif pemanfaatan panas bumi hingga 1.932 MW pada 2016 dengan investasi sekitar US$3,6—US$4 miliar.Presiden Direktur PGE Slamet Riadhy mengatakan untuk mencapai target itu, perlu beberapa upaya akselerasi dan dukungan dari pemerintah, seperti harga jual listrik dari panas bumi yang berdasarkan lokasi daerah.“Kami inginkan untuk proyek baru, tolong dilihat bahwa di hulu ini masih penuh risiko. Tapi kami dengar akan keluar permen baru, itu akan sangat bantu sekali kalau ditetapkan berdasarkan lokasi, di Jawa sekian, Kalimantan sekian, dan seterusnya,” ujarnya, akhir pekan lalu.Slamet mengatakan harga listrik panas bumi saat ini masih rendah. Di PLTP Kamojang IV misalnya, harganya masih US$3 sen per kWh. Selain itu, Slamet berharap pemerintah bisa mempercepat perizinan terkait PLTP. Selanjutnya, PLN sebagai single buyer bisa memantapkan sinerginya dengan PGE, dan pemda setempat tempat beradanya PLTP, bisa memiliki satu pemahaman dengan pemerintah pusat.“Kami harap juga ada kebijakan fiskal berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor,” ujarnya.Di sisi lain, berdasarkan target biasa (existing plan), PGE menargetkan pemanfaatan panas bumi sebesar 1.077 MW pada 2016. Adapun kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia saat ini adalah sebesar 1.214 MW, terdiri dari Chevron 635 MW, PGE 292 MW, Star Energy 227 MW, dan Geodipa 60 MW.Kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE sebesar 292 MW itu terdiri dari PLTP Kamojang 200 MW, PLTP Lahendong 80 MW, dan PLTP Sibayak 12 MW. Adapun tahun ini, akan ada 2 PLTP diperkirakan bisa beroperasi, pertama PLTP Ulubelu unit 1 55 MW pada Juli 2012 dan unit 2-nya juga 55 MW pada Desember 2012.“Kementerian BUMN minta pemanfaatan panas bumi [yang dikelola PGE] bisa mencapai 512 MW sebelum 2014,” ujarnya.Indonesia memiliki potensi 40% panas bumi dunia atau ekivalen 28.000 MW. Keunggulan energi panas bumi diantaranya potensi ini sangat berlimpah di Indonesia. Selain itu, panas bumi lokasinya bertepatan dengan kebutuhan energi itu sendiri, yakni di Jawa dan Sumatra. Selanjutnya, panas bumi merupakan energi yang bersih dan ramah lingkungan.“Panas bumi juga bersifat long term dengan reservoir management, tidak terpengaruh oleh perubahan iklim, bisa mengurangi ketergantungan energi fosil, dan bisa meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Slamet.Meski demikian, panas bumi juga memiliki sejumlah kekurangan, diantaranya energinya tidak bisa ditransportasikan. Namun menurut Slamet, suatu saat hal ini bisa diselesaikan jika jaringan transmisi telah terbangun, sehingga bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia bisa mengekspor listrik (yang berasal dari panas bumi) ke Singapura. Selain itu, kekurangan lainnya adalah lokasinya di hutan, yakni bisa berada di kawasan hutan lindung atau kawasan konservasi.  (faa) 

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top