PROYEK TURBIN ANGIN: UPC Renewables bangun 33 unit di Pantai Samas, Yogyakarta

 
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 20 April 2012  |  18:11 WIB

 

JAKARTA: UPC Renewables Indonesia Limited berencana membangun 33 turbin angin di pantai pesisir Samas Yogyakarta dengan nilai investasi awal US$ 75juta—100 juta.

 

UPC menggandeng PT Binatek Reka Energi guna merealisasikan sumber energi listrik bersumber tenaga angin dengan kapasitas 50 megawatt.

 

Direktur UPC Indonesia Limited Steven Zwaan mengungkapkan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) akan dilakukan dengan agenda pembangunan yang agresif guna mencapai target produksi pada Juli tahun depan.

 

Total investasi PLTB di pantai Samas diproyeksi menelan dana sebesar US$ 150 juta. Investasi awal senilai US$ 75 juta akan digunakan untuk menginstalasi 33 turbin angin dengan kapasitas listrik terpasang masing-masing sebesar 1,5 megawatt.

 

Menurut Steven, pembangunan PLTB akan menghasilkan nol emisi dari tenaga listrik terbarukan yang bersih untuk jaringan listrik pulau Jawa, serta mereduksi produksi Karbon Dioksida hingga 90.000 ton CO2 setiap tahun.

 

“Kami berkomitmen untuk merealisasikan sumber energi bersih dngan dampak lingkungan paling minim ketimbang proses pembangkit listrik lainnya,” ungkapnya pada jumpa pers yang digelar hari ini di Jakarta.

 

Steven optimistis PLTB di kawasan tropis seperti Indonesia akan mendistribusikan energi secara efektif karena kecepatan angin yang relatif konstan. Dia berharap investasi PLTB di pesisir Samas akan menjadi pionir dalam memulai sejumlah proyek turbin angin di Indonesia.

 

Direktur Utama PT Binatek Reka Energi Erwin Yahya mengungkapkan proyek pembangunan 33 turbin angin akan mulai dikerjakan setelah proses penandatanganan kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN tercapai.

 

Menurut Erwin, listrik yang dihasilkan melalui pola wind farm tersebut akan dijual ke PLN dengan harga yang diusulkan oleh pihak pengembang sebesar Rp 1.200 per kWh selama 20 tahun, dan Rp 700 selama 10 tahun berikutnya.

 

“Kami mengusulkan kontrak dengan PLN selama 30 tahun. Kalau proses PPA lancer, proyek turbin akan mulai dilakukan dengan estimasi pengerjaan selama 15 bulan,” ucapnya.

 

PT Binatek reka Energi telah melakukan penelitian dan pemantauan insentif selama empat tahun di sejumlah pulau di pesisir pantai selatan Jawa termasuk pantai Trisik, Pandansimo, Sams, Parangkusuma, Parangtritis, dan Parangendog.

 

Menurutnya, tidak semua tenaga angin yang dihasilkan di sejumlah pulau dapat dikonversi menjadi sumber energi listrik.

 

Dia menilai sejumlah pemangku kepentingan termasuk pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu membekali komitmen sosial jangka panjang agar PLTB di Samas dapat menjadi bagian dari program diversifikasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia.

 

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kardaya Warnika mengakui tenaga angin belum menjadi proyeksi energi dan strategi bauran energi primer di Indonesia.

 

Dia menilai proyek PLTB Samas akan menjadi pembangkit listrik pertama yang terkoneksi dengan fasilitas turbin angin di Indonesia.

 

Menurut Kardaya, hingga kini pengembangan PLTB hanya berorientasi uji coba dan belum ditujukan untuk kepentingan industri yang komersial. Dia mengatakan kapasitas listrik yang dihasilkan PLTB Samas sebesar  50 megawatt terhitung besar untuk skala utilitas.

 

Kardaya berharap pengembangan PLTB perlu bersinergi dengan pemanfaatan teknologi serta memberdayakan konten lokal sehingga menyerap tenaga kerja pribumi. Keberadaan lapangan kerja baru akan memberikan nilai tambah sehingga proyek-proyek ke depan akan lebih menjanjikan.

 

“PLTB Samas ini akan menjadi batu loncatan untuk memulai pengembangan energi terbarukan yang berasal dari tenaga angin. Sebab, bauran energi untuk tenaga angin masih nol besar,” katanya. (ea)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top