BELANJA MODAL Pertamina US$6-7 miliar per tahun

JAKARTA: PT Pertamina menyiapkan belanja modal senilai US$6 miliar hingga US$7 miliar setiap tahun mulai 2012 hingga 2014.Rencananya, sebagian dana belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut akan didanai dari utang. Saat ini, Pertamina merilis
News Editor | 20 April 2012 15:03 WIB

JAKARTA: PT Pertamina menyiapkan belanja modal senilai US$6 miliar hingga US$7 miliar setiap tahun mulai 2012 hingga 2014.Rencananya, sebagian dana belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut akan didanai dari utang. Saat ini, Pertamina merilis obligasi global senilai US$1,5 miliar yang terbagi dalam dua tenor.Surat utang bertenor 10 tahun jumlahnya sebesar US$1 miliar  dan obligasi bertenor 30 tahun sebanyak US$500 juta.Standard & Poor's Ratings Services telah menetapkan peringkat BB+ terhadap obligasi yang diterbitkan oleh Pertamina.Citigroup Global Markets, Credit Suisse Securities, dan HSBC Securities telah ditunjuk oleh Pertamina menangani penjualan obligasi global ini.Analis kredit S&P Andrew Wong menjelaskan Pertamina akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk belanja modal maupun keperluan lainnya seperti akuisisi.Menurutnya, hasil pemeringkatan ini mencerminkan peringkat korporasi Pertamina dalam jangka panjang.Dia memaparkan peringkat korporasi Pertamina secara stand-alone berada pada level bb+ dan mempunyai keterkaitan yang erat dengan peringkat Indonesia yang berada pada level BB+."Kami perkirakan rasio kredit Pertamina akan melemah seiring dengan rencana belanja modal tahunan US$6 miliar hingga US$7 miliar mulai 2012 hingga 2014," paparnya melalui riset yang dikirimkan ke Bisnis, 20 April 2012.Menurutnya, profil risiko Pertamina berada pada level signifikan. Dia memperkirakan rasio utang disesuaikan Pertamina terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi berada pada level rata-rata 2,4x sepanjang 2012 hingga 2014."Kami menilai Pertamina merupakan badan usaha milik negara [BUMN] yang memiliki pendapatan tertinggi dibandingkan dengan perusahaan milik negara lainnya."  Dia memaparkan Pertamina memainkan peranan strategis dalam sektor hulu dan hilir energi di Tanah Air. Pemerintah mengendalikan Pertamina melalui Meneg BUMN yang saat ini dijabat oleh Dahlan Iskan.Andrew menjelaskan S&P memiliki keyakinan pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan bagi Pertamina meskipun terjadi situasi keuangan yang memburuk. Dampaknya, Pertamina sangat sensitif terhadap keberadaan dukungan maupun kebijakan pemerintah. (Bsi)

Sumber : M. Munir Haikal

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top