PERLINDUNGAN TKI: 116 TKI dipulangkan dari Suriah

JAKARTA: Kementerian Luari Negeri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia memulangkan sedikitnya 116 orang penata laksana rumah tangga dari Suriah.Melalui Kedutaan Besar Indonesia di Damaskus, pemulangan ke Tanah Air itu
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 20 April 2012  |  16:09 WIB

JAKARTA: Kementerian Luari Negeri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia memulangkan sedikitnya 116 orang penata laksana rumah tangga dari Suriah.Melalui Kedutaan Besar Indonesia di Damaskus, pemulangan ke Tanah Air itu dilakukan dalam enam tahap ke tanah air.“Pemulangan itu dilakukan akibat situasi politik dan keamanan di Suriah yang kian memanas sejak berkecamuk pada Maret 2011,” ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat pada Jumat, 20 April 2012.Dia menjelaskan untuk sementara, target pemulangan diperkirakan 1.000 orang, baik TKI maupun WNI di antaranya mahasiswa yang ada di Suriah.Sebelumnya, Kemenlu dan BNP2TKI memulangkan 85 TKI dari Suriah dalam lima tahap, yaitu pada 3 Februari lalu ada 7 orang.Selain itu, pada 16 Februari 2012 ada 18 orang dipulangkan, pada 29 Februari tercatat 21 orang, pada 19 Maret lalu ada 21 orang, dan 30 Maret terdapat 18 orang.“TKI yang dipulangkan selama 3 bulan itu, sebagian besar berasal dari Jabar, sisanya Jateng, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung,” ungkapnya.Jumhur menambahkan biaya pemulangan TKI Suriah ke Tanah Air ditanggung oleh pihak Kemenlu, sedangkan untuk kepulangan ke daerah asal menggunakan anggaran BNP2TKI.Berdasarkan data Pusat Penelitian dan Pengembangan Informasi BNP2TKI pada 2012, total keberadaan TKI di Suriah mencapai 11.760 orang.Jumlah itu terdiri dari 201 orang bekerja di sektor formal atau pengguna berbadan hukum, sisanya 11.559 orang adalah TKI penata laksana rumah tangga.Pemerintah pada 9 Agustus 2011 juga menghentikan sementara penempatan TKI PLRT ke Suriah, terkait dengan banyaknya kasus yang dialami pekerja. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top