INTENSIFIKASI PERTANIAN: Penggunaan pestisida sudah mengkhawatirkan

JAKARTA: Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menilai penggunaan pestisida oleh petani saat ini sudah mengkhawatirkan, karena terus meningkat dan menyebabkan ledakan hama penyakit secara masif (outbreak).Officer Advokasi dan Jaringan KRKP Said
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 19 April 2012  |  11:05 WIB

JAKARTA: Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menilai penggunaan pestisida oleh petani saat ini sudah mengkhawatirkan, karena terus meningkat dan menyebabkan ledakan hama penyakit secara masif (outbreak).Officer Advokasi dan Jaringan KRKP Said Abdullah mengatakan kebijakan peningkatan produksi dengan penggunaan input luar yang tinggi terutama benih hibrida dan pestisida yang sebagian besar diimpor dari luar negeri akan melahirkan ketergantungan.“Pembangunan pertanian semestinya lebih berorientasi jangka panjang dengan mengedepankan penggunaan sumber daya lokal ramah lingkungan. Dengan cara ini kedaulatan pangan akan dapat diwujudkan tanpa tergantung pada negara lain dan korporasi asing,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini.Menurutnya, sebagian besar wereng menyerang tanaman padi hibrida petani yang sebagian besar berasal dari China. Untuk menanggulangi hal ini pemerintah menggulirkan kebijakan bagi-bagi pestisida ke petani.Semua serangga, termasuk musuh alami (predator dan parasitoid) mati ketika disemprot pestisida berspektrum luas, sedangkan telur wereng coklat yang disembunyikan di batang padi selamat.Said menyatakan ketika nimpha wereng coklat menetas sekitar 3 minggu kemudian, populasinya tidak dapat dikendalikan karena pemangsanya sudah mati, dan mereka mengisap cairan tanaman padi menjadi kering dan sawah menjadi puso.Dia menuturkan penggunaan pestisida dari waktu kewaktu terus meningkat. Hasil kajian Field Indonesia pada 306 petani padi di Klaten 2011 lalu sungguh mencengangkan. Petani yang disurvei menggunakan pestisida rata-rata 5,7 kali per musim tanam.Hal itu didukung oleh peredaran pestisida yang luas di negeri ini. Jumlah merek pestisida yang beredar makin banyak dari tahun ke tahun.Menurut Said, Tingginya penggunaan dan maraknya perdagangan pestisida menunjukkan lemahnya pengawasan. Banyak pestisida dengan bahan aktif yang dilarang berdasar Inpres No. 3/1986, masih beredar di petani.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top