MOBILISASI DANA difokuskan di pasar domestik

JAKARTA: Pemerintah akan memobilisasi dana dari pasar domestik dan pasar Asia guna membiayai defisit dan infrastruktur di tengah ketidakpastian dan kerentanan ekonomi di kawasan Eropa pada saat ini. 
- Bisnis.com 19 April 2012  |  22:26 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan memobilisasi dana dari pasar domestik dan pasar Asia guna membiayai defisit dan infrastruktur di tengah ketidakpastian dan kerentanan ekonomi di kawasan Eropa pada saat ini. 

Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan, menjelaskan pemerintah akan mencermati peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) akan risiko yang mungkin muncul dari upaya restrukturisasi utang publik di kawasan Eropa terhadap stabilitas keuangan dan makro ekonomi, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional. 
 
“Karena peran dari perbankan Eropa dalam memberikan refinancing itu relatif cukup signifikan di Asia karena mereka punya cabang dan pengalaman dan network yang cukup besar,” ujarnya di kantor hari ini.
 
Kendati demikian, lanjutnya, sejauh ini pemerintah dan Bank Indonesia melihat  perkembangan krisis di kawasan Eropa belum terlalu signifikan mengkhawatirkan atau belum mengganggu perdagangan dan pembiayaan nasional. 
 
Untuk itu, ujar Mahendra, pemerintah akan mendorong mobilisasi sumber-sumber pembiayaan dari dalam negeri dan kawasan Asia, baik dari kesepakatan yang sudah ada maupun meningkatkan peran investor lokal. 
 
“Di waktu lalu sangat ironis karena Asia adalah kawasan nett saver (penabung), tapi tabungannya diinvestasikan di luar kawasan. Ironis, padahal di lain pihak Asia memiliki potensi untuk mengolah instrumen pasar modal dan obligasi menjadi (untuk mendanai kegiatan) sektor riil,” tuturnya. 
 
Wamenkeu menambahkan krisis keuangan Eropa merupakan realita yang menyadarkan banyak pihak untuk ikut membangun kawasan Asia, dengan mendorong pembentukan Asean Infrastruktur Fund (AIF) dan Pasar Obligasi Asean. 
 
“Ini mau kami dorong sehingga tidak lagi kawasan ini jadi nett saver, tapi minus dalam capital control,” tuturnya. 
 
Mahendra Siregar mengatakan pembentukan AIF tujuannya adalah untuk mendanai proyek-proyek pemerintah, meski tidak menutup ikut mendanai proyek-proyek kemitraan pemerintah dengan swasta (KPS).
 
“AIF akan kami dorong untuk mendanai lebih ke proyek publik. Dalam konteks itu kami juga dalam proses untuk menyusun daftar proyeknya,” katanya. (sut)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Danamon bikin CEMAS?

+ HARGA EMAS menuju di titik keseimbangan

+ CHERRY BELLE pecah, WENDA dan DEVI bikin duet baru

+ DAHLAN ISKAN mengintili TIGA PEREMPUAN

+ WISHNUTAMA mau buka RESTO dan bikin EO?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top