PEMBATASAN BBM: Idealnya tidak terpaku kapasitas mesin

MALANG: Kalangan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Malang meminta agar dalam menerapkan pembatasan konsumsi bahan maker minyak (BBM) bersubsidi tidak hanya terpaku pada kapasitas mesin mobil, melainkan juga perlu digabungkan dengan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  13:47 WIB

MALANG: Kalangan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Malang meminta agar dalam menerapkan pembatasan konsumsi bahan maker minyak (BBM) bersubsidi tidak hanya terpaku pada kapasitas mesin mobil, melainkan juga perlu digabungkan dengan tahun pembuatannya.Ketua DPC Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Malang Teuku Rizal Pahlevi, mengatakan sebenarnya kebanyakan yang paling simpel dan dampaknya tidak terlalu banyak yakni menaikkan harga BBM dengan tingkat kemampuan konsumsi masyarakat.“Namun realitasnya, kebijakan tersebut ternyata ditolak masyarakat sehingga tidak bisa dilaksanakan,” kata Rizal Pahlevi di Malang, hari ini.Sebelumnya diberitakan harian ini, pemerintah memberi sinyal akan terus mematangkan kebijakan untuk melakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi bagi kendaraan dengan kapasitas mesin (cc) besar, meski rencana tersebut menuai keraguan dari sejumlah pihak dalam penerapannya.Karena itulah, pembatasan konsumsi BBM dengan opsi selain menaikkan harganya harus diterima. Menurut dia, pembatasan konsumsi dengan mengacu kapasitas mesin di lapangan akan muncul masalah.Diantaranya, akan mendapatkan perlawanan dari pemilik mobil ber-cc besar yang ternyata usia kendaraannya sudah tua. Dengan demikian, lanjut dia, kepemilikan mobil dengan kapasitas mesin besar tidak mesti mengindikasikan pemiliknya berkemampuan secara ekonomis.Bisa jadi mereka justru ekonominya pas-pasan karena mobilnya usianya tua. Karena itulah, jika mereka diharuskan membeli BBM non-subsidi, maka jelas akan memberatkan mereka. Ada resistensi dari mereka.Karena itulah, menurut dia, pilihan yang paling baik yakni menggabungkan antara tahun produksi dan kapasitas mesin. Dengan demikian, mobil dengan cc besar tidak mesti diwajibkan membeli BBM non-subsidi, jika tahun pembuatannya lama.Yang perlu juga diperhatikan jika kebijakan pembatasan direalisasikan, dia menegaskan, pengawasan di lapangan, terutama di SPBU-SPBU. Karena selisih antara harga BBM bersubsidi dan non-subsidi terlalu lebar, maka peluang masyarakat untuk mengkonsumsi BBM bersubsidi menjadi semakin besar.(api)

 

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

CHAMPIONS LEAGUE 2012: Wednesdays results

 

*) MARKET MOVING: Pupuk Indonesia Obtains Loan Facilities US$900 Million

+ HARGA EMAS kena pengaruh apa lagi?

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top