PEMBATASAN BBM tak berdampak signifikan bagi industri mobil

 
Martin-nonaktif | 19 April 2012 19:19 WIB

 

JAKARTA:Kementerian Perindustrian  tetap meyakini jika kebijakan pemerintah melarang mobil dengan kapasitas mesin (cc) besar menggunakan premium  jadi diterapkan tidak berpengaruh signifikan bagi  industri dan penjualan otomotif, menyusul telah adanya tren pabrikan untuk membuat konstruksi mesin yang digerakkan bensin jenis pertamax (RON 92).
 
Menteri Perindustrian M. S. Hidayat  mengatakan sejak tahun 2008,  ada tren industri otomotif di dalam negeri  membuat konstruksi mesin yang menggunakan RON 92 tersebut.
 
“[Soal adanya rencana batasan penggunaan premium memang] ada pengaruhnya, tapi kita bisa cover itu. Karena sejak tahun 2008 produksi  mobil kita  konstruksi  mesin sudah menggunakan  Ron 92. Jadi sudah menggunakan pertamax,” kata Hidayat menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini, Kamis 19 April 2012.
 
Seperti diketahui sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai  pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk mobil berkapasitas di atas 1.300 cc berpotensi menekan daya beli konsumen. Dengan pembatasan itu, konsumen mobil di atas 1.300 cc hanya wajib memakai BBM nonsubsidi, tapi dengan konsekuensi menanggung harga yang sangat mahal. (sut)

 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top