FRISIAN FLAG: Luncurkan inovasi susu anak

JAKARTA: PT Frisian Flag Indonesia (FFI), produsen produk-produk nutrisi berbasis susu, meluncurkan inovasi susu pertumbuhan untuk anak usia 1-6 tahun.
Zulkarnaini Muchtar
Zulkarnaini Muchtar - Bisnis.com 19 April 2012  |  14:12 WIB

JAKARTA: PT Frisian Flag Indonesia (FFI), produsen produk-produk nutrisi berbasis susu, meluncurkan inovasi susu pertumbuhan untuk anak usia 1-6 tahun.

 

Produk itu adalah FF 123 456, dengan menambahkan isomaltulosa, nutrisi membantu kinerja kognitif anak dan peluncuran produk tersebut diharapkan dapat mendongrak penjualan produk itu naik 20% pada tahun ini dibandingkan dengan penjualan tahun lalu.

Davy Djohan, Marketing Manager FFI, mengatakan peluncuran produk tersebut merupakan yang pertama di dunia, karena penelitian klinisnya dilakukan di Indonesia. Sebelum diluncurkan, induk perusahaan tersebut sudah melakukan penelitihan selama lima tahun di Belanda.

Indonesia merupakan pasar yang penting bagi perusahaannya, kebutuhannya tinggi. “Kontribusi Indonesia terhadap induk perusahaan berada pada urutan kelima besar di dunia,” kata Davy, Kamis 19 April 2012.

Sebelum diluncuran produk itu, katanya, sudah dilakukan penelitian selama lima tahun di Belanda, sedangkan uji klinis di Indonesia. “Bahan isomaltulosa merupakan bagian dari karbohidrat yang termasuk disakarida yang proses pelebasan energinya berlangsung lama.

Sementara kontribusi susu pertumbuhan usia 1-6 tahun pada FFI, kata Davy, mencapai sekitar 20%. Sedangkan pasar terbesar produk itu ada di Jakarta yang mencapai seperempat dari total penjualan di Indonesia.

Hasil penelitian dari unit riset Kedokteran Fakultas Kedokteran UI terhadap anak umur 4-5 tahun yang mengkonsumsi susu pertumbuhan  Frisian Flag yang dilengkapi dengan isomaltulosa, kata dokter spesialis anak Rini Sekartini, menghasilkan pengaruh kognitif yang hamper sama setelah satu, dua, atau tiga jam sesudah konsumsi susu tersebut.

Parameter stui klinis itu adalah tingkat perhatian, tingkat perhatian berkelanjutan, tingkat kesepatan pemahaman angka, kualitas memori, tingkat pengenalan gambar dan kecepatan ingatan. (ra) 

 

>>BACA JUGA

 

+Pembatasan BBM jangan atas kapasitas mesin mobil

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top