IMPOR JAGUNG: Kementan akan inventarisasi stok di lapangan

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 18 April 2012  |  21:43 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Pertanian akan melihat kondisi stok jagung di seluruh wilayah Indonesia, jika stok sudah menipis, maka akan dikeluarkan izin impor jagung yang sudah diminta oleh industri pakan ternak di Tanah Air.
 
Menteri Pertanian Suswono mengakui pihaknya sudah menerima surat dari industri pakan ternak yang meminta izin impor jagung segera dibuka, karena stok jagung untuk bahan baku pakan ternak akan habis pada akhir bulan ini.
 
"Yang jelas saya sudah menerima surat itu, tetapi bukan untuk impor yang sekaang, tetapi [impor jagung] untuk pasokan kebutuhan pabrik pakan ternak pada 2 bulan yang akan datang," ujarnya di sela-sela acara Workshop Revisi Permentan No. 26/2007 tentang Pedoman Izin Usaha Perkebunan hari ini.
 
Dia menuturkan industri pakan ternak menyatakan akan kesulitan bahan baku jagung untuk 2 bulan yang akan datang. "Dia [industri pakan ternak] akan kesulitan [bahan baku] pada 2-3 bulan ke depan kalau tidak ada izin impor [jagung] dari sekarang. Oleh karena itu, mereka minta kepastian."
 
Suswono menuturkan pihaknya akan meminta data produksi dan stok jagung saat ini dari seluruh Dinas Pertanian di daerah yang menjadi sentra produksi jagung.
 
Bahkan, panen jagung di Dompu, Maluku, katanya, masih berlangsung hingga saat ini. Untuk memberikan izin impor jagung, menurutnya, maka harus melihat kepastian pasokan jagung di lapangan, sehingga impor hanya untuk menutupi kekurangan. "Potensi dari dalam negeri berapa? Kalau sudah ada dan dapat dihubungkan dengan pabrik ternak, maka akan lebih baik."
 
Namun, jika fakta di lapangan, kondisi pasokan jagung sulit, maka pihaknya akan memberikan izin impor jagung kepada pabrik pakan ternak.
 
Dia menuturkan seringkali beberapa pihak menyatakan pasokan jagung di lapangan melimpah, tetapi faktanya industri kesulitan mendapatkan jagung tersebut. "Ini problem kita, ada barang, teapi untuk mengankut bukan persoalan mudah, distribusi. Kalau ada kendala itu ya artinya dengan terpaksa memberikan izin impor. Namun, kita optimalkan terlebih dahulu potensi dalam negeri."
 
Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro mengatakan panen jagung masih berlangsung sampai saat ini. Menurutnya, kondisi panen jagung Januari-Maret tahun ini lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 
"Sekarang ini kita kerja, masing-masing [pemangku kepentingan] diturunkan tim terpadu dari Kementan, dari Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen P2HP, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Gabungan Pengusaha Makanan Ternak," ujarnya.
 
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan saat ini komoditas pertanian sedang mengalami kekacauan yang ditandai dengan kenaikan harga di pasar internasional. Salah satu komoditas yang sedang mengalami kenaikan harga ada jagung.
 
Dia menjelaskan kendati produksi jagung di dalam negeri pada tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi pasokan jagung lokal mulai menipis. Hal itu dapat dilihat dari importasi jagung pada Januari-Maret tahun ini hanya 270.000 ton lebih rendah dibandingkan dengan importasi pada periode yang sama tahun lalu lebih dari 600.000 ton.
 
Namun, pasokan jagung lokal saat ini sudah mulai habis, karena panen aktivitas panen di beberapa daerah sudah selesai. Adapun, stok jagung di gudang seluruh pabrik pakan ternak saat ini, katanya, hanya sekitar 490.000 ton. 
 
Padahal, kebutuhan jagung seluruh pabrik pakan ternak di Tanah Air sebanyak 500.000 ton per bulan. Sementara itu, harga jagung di pasar internasional terus bergerak naik. Dia menilai jika pemerintah tidak segera memberikan izin impor jagung, maka posisi pabrik pakan ternak akan semakin sulit dalam mengambil posisi di pasar internasional, karena harga jagung di pasar internasional terus bergerak. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top