LAHAN TRANSMIGRASI jadi salah satu sentra produksi pangan

 
Jessica Nova | 18 April 2012 21:05 WIB

 

JAKARTA: Sedikitnya 37% atau sekitar 1,68 juta hektare lahan transmigrasi menjadi sentra produksi pangan selama 2011.
 
Luas lahan itu dapat menghasilkan padi sebanyak 8,4 juta ton gabah kering giling per tahun atau setara dengan 5,87 juta ton beras.
 
Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar, pengembangan sentra produksi baru di kawasan transmigrasi diharapkan dapat memberikan kontribusi pangan nasional. Bahkan, lanjutnya, sekaligus sebagai upaya distribusi pangan ke berbagai wilayah di Tanah Air.
 
”Pembangunan dan pengembangan transmigrasi, terutama di sektor pertanian pangan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” katanya hari ini.
 
Muhaimin menjelaskan pembukaan lahan baru yang diintegrasikan dengan program transmigrasi terbukti dapat menekan laju degradasi lahan akibat perubahan alih fungsi.
 
Perluasan lahan pertanian melalui program transmigrasi, lanjutnya, juga mampu mengurangi ketergantungan penyediaan pangan nasional terhadap impor pangan dari luar negeri.
 
”Pembagian lahan dalam proses penyelenggaraan transmigrasi merupakan upaya redistribusi lahan untuk meningkatkan skala ekonomis usaha pertanian,” ungkapnya.
 
Bahkan, dia menambahkan untuk menjamin kepastian usaha bagi transmigran, Kemenakertrans menfasilitasi terbitnya sertifikat lahan hingga mencapai 2.268.517 sertifikat tanah.
 
Berdasarkan data Kemenakertans selama pelaksanaan program transmigrasi dari 1905 sampai dengan 2011, luas lahan yang dibuka sekitar 4,54 juta hektare dengan tersebar di 2.746 UPT (unit permukiman transmigrasi).
 
Saat ini, transmigrasi dilaksanakan dengan pendekatan pengembangan kawasan, melalui pembangunan sentra produksi berbagai komoditas pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan. 
 
Kini terbentuk sebanyak 604 kawasan di 26 provinsi dan 44 kawasan diantaranya ditetapkan sebagai kawasan KTM (kota terpadu mandiri).
 
Sementara itu, di bidang usaha perkebunan, transmigrasi juga bekerja sama dengan dunia usaha untuk mengembangkan kawasan melalui pengembangan komoditas.
 
Tanaman yang dikembangkan di antaranya kelapa sawit, karet dan sisal yang tersebar di 10 provinsi dengan luas lahan yang dibudidayakan lebih dari 437.617 hektare. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top