PELINDO III: Teluk Lamong butuh dana Rp3,29 triliun

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 18 April 2012  |  19:29 WIB

 

JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memerlukan dana Rp3,29 triliun untuk investasi proyek pembangunan pelabuhan terminal multipurpose Teluk Lamong, Gresik, Jawa Timur yang ditarget beroperasi pada 2014, dan akan buka tender konstruksi mulai bulan depan.
 
Pembangunan proyek pelabuhan Teluk Lamong ini untuk menampung ketidakmampuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang akan mencapai over capacity (kelebihan muatan) sebanyak 835.370 Teus pada 2014.
 
Direktur Keuangan PT  Pelindo  III Wahyu Suparyono mengatakan untuk pembangunan pelabuhan terminal Teluk Lamong ini, pihaknya membutuhkan dana Rp3,29 triliun yang terbagi dalam tiga tahapan pengerjaan, yakni paket A, B, dan C.
 
“Untuk tahun ini saja, kami membutuhkan dana Rp1,4 triliun untuk pembangunan Teluk Lamong. Dana ini akan diperoleh dari dana internal sebesar Rp500 miliar, dan sisanya dana eksternal,” tutur Wahyu, di Jakarta, Rabu, 18 April 2012.
 
Wahyu menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan dana pembangunan Teluk Lamong ini, pihaknya mencari pinjaman dari pihak eksternal juga membuka tender konstruksi termasuk untuk bantuan pendanaan.
 
“Untuk pengadaan suprastruktur Teluk Lamong seperti crane, akan digelar tender senilai Rp1 triliun, saat ini sudah persiapan dokumen, bulan depan baru digelar,” tuturnya.
 
Dia menjelaskan pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong ini melalui tender konstruksi terbuka, untuk paket A dimenangkan PT Adhi Karya, Paket B oleh PT pembangunan Perumahan dan Wijaya Karya dan paket C oleh PT Nindya Karya.
 
Wahyu menjelaskan pelabuhan terminal Teluk Lamong ini akan berguna untuk mengantisipasi ancaman over capacity di Tanjung Perak. Kapasitas terminal peti kemas internasional di Tanjung Perak Surabaya mencapai 1,45 juta Teus, sedangkan total arus petikemas pada 2014 diperkirakan mencapai 1,82 juta Teus, sehingga terjadi overflow sebesar 363.268 Teus. 
 
Untuk kapasitas terminal peti kemas domestik sebesar 1,57 Teus, sedangkan total arus peti kemas domestik pada 2014 diperkirakan mencapai 2,04 Teus, sehingga terjadi overflow sebesar 472.102 Teus.
 
Adapun total biaya investasi pembangunan pelabuhan terminal Teluk Lamong Gresik, lanjut Wahyu, untuk tahap I mencapai Rp1,43 triliun, terdiri dari paket A (pembangunan dermaga internasional) Rp410 miliar, paket B (CY dan causeway) Rp842 miliar, dan paket C (jembatan penghubung) Rp181 miliar. 
 
“Tahap I sedang berjalan pembangunannya sejak 2010 khususnya untuk petikemas internasional berkapasitas 438.566 Teus,  petikemas domestik 342.11 Teus, dan curah kering 10,36 ton,” ucapnya. 
 
Wahyu mengatakan perseroan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 16% pada 2011 menjadi Rp2,7 triliun dibandingkan posisi 2010.  (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top