TRANSPORTASI UDARA: Bandara Yogyakarta semakin pasti

 
News Editor | 18 April 2012 19:14 WIB

 

 

YOGYAKARTA : Rencana pembangunan bandara baru di Yogyakarta semakin pasti hingga kini memasuki masa pembuatan masterplan mulai Mei hingga dijadwalkan seselai Agustus mendatang dan segera dimulai pembangunan fisik pada awal 2013.

 

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY, Andung Prihadi Santoso mengatakan Tahap Pra Feasibility study (FS), dan FS telah selesai dengan dua lokasi pilihan yakni Srigading Sanden Bantul, dan Temon Kulon Progo yang dinilai layak dari sisi teknis, sosial, infrakstruktur , transportasi dan lainnya.

 

“Saat ini dilanjutkan dengan rencana pembuatan masterplan yang memakan waktu sekitar 4-5 bulan. Jika dimulai Mei, kami rencanakan selesai pada Juli-Agustus mendatang sudah rampung,” ujarnya Rabu, 18 April 2012

 

Berkaitan lokasi yang lebih layak dari kedua pilihan, Andung mengaku ada beberapa hal yang tidak bisa diinformasikan. Hanya dua lokasi tersebut akan dilihat pula kondisi masyarakatnya mulai dari harga tanahnya, kemungkinan untuk relokasi, dan sebagainya untuk bahan masterplan.

 

 

 “Yang perlu diingat, nantinya anggaran relokasi tidak menggunakan dana APBD baik provinsi ataupun kabupaten. Namun skemanya non pemerintah atau akan dilakukan oleh swasta, sehingga harga tanah dan kondisi masyarakat menjadi penentu ,” tuturnya.

 

Dia menjelaskan untuk calon investor masih tetap sama yakni PT Angkasa Pura I (AP I) dan GVK asal India.  AP I digandeng sebagai calon investor utama karena bersertifikat Badan Usaha Bandar Udara (BUBU), dan  didukung dengan perusahaan GVK India yang terpercaya sudah membangun bandara internasional.

 

“Yang jelas sesuai arahan Gubernur, investasi minimal 51% dimiliki investor atau penanaman modal dalam negeri, sisanya investor luar negeri tidak masalah,” ujarnya.

 

Setelah masterplan selesai, lanjutnya, disusul rekomendasi dari Gubernur DIY untuk diproses di Kementrian Perhubungan RI guna memperoleh ijin lokasi, yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan (hingga Oktober). Kemudian dilanjutkan dengan penetapan pemrakarsa melalui lelang.

 

“Selain itu juga pembentukan konsorsium hingga lelang konstruksi. Jika dihitung-hitung waktunya, kemungkinan pembangunan bisa dimulai pada 2013,” tuturnya. (msb)

 

 

Sumber : Alfin Arifin

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top