DAHLAN ISKAN diam-diam rombak direksi Pertamina

JAKARTA : Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) secara diam-diam. Empat posisi direktur diganti dengan orang baru dan ada tambahan satu direktur baru, yakni direktur gas. 
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 April 2012 19:50 WIB

JAKARTA : Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) secara diam-diam. Empat posisi direktur diganti dengan orang baru dan ada tambahan satu direktur baru, yakni direktur gas. 

 
Dahlan mengatakan perombakan direksi ini dilakukan untuk membentuk dream team. Sementara itu, tambahan direktur baru yakni direktur gas dibentuk karena selama ini BUMN migas itu belum punya direktur yang khusus menangani gas. 
 
“Dirombak kan nggak ada salahnya, ini dalam rangka pembentukan dream team. Terus kemudian bahwa masa depan kita ini di gas, selama ini Pertamina belum punya direktur di bidang gas, maka itu kita adakan,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis  malam ini. 
 
Dahlan mengatakan perombakan ini tentunya sudah didiskusikan dengan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Bahkan ternyata, diskusi dengan Karen sudah dilakukan sejak Maret lalu. Hal ini sama sekali tidak tercium oleh media sebelumnya. Menurut Dahlan, pergantian direksi BUMN sekarang tidak boleh heboh-heboh lagi seperti dulu. 
 
“Tidak boleh lagi pergantian direksi BUMN itu heboh-heboh, nanti ngga kerja-kerja, malah heboh-heboh terus,” ujarnya. 
 
Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN dan selaku pemegang saham Pertamina memutuskan melakukan pergantian jajaran direksi perseroan melalui surat keputusan No.SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina (Persero).
 
Hasilnya, empat orang direksi diganti dengan orang baru dan ada tambahan satu direktur gas, sementara direksi lainnya tetap. Keempat orang direksi baru itu yakni pertama, Chrisna Damayanto sebagai Direktur Pengolahan menggantikan Edi Setianto. Chrisna sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Pengolahan Bidang Operasi Kilang. 
 
Kedua, Hanung Budya Yuktyanta sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga menggantikan Djaelani Sutomo. Hanung sebelumnya adalah Presiden Direktur PT Badak NGL.
 
Ketiga, Evita Maryanti Tagor sebagai Direktur Sumber Daya Manusia menggantikan Rukmi Hadi Hartini. Evita sebelumnya adalah Presiden Direktur PT Tugu Pratama Indonesia. 
 
Keempat, Luhur Budi Djatmiko sebagai Direktur Umum menggantikan Waluyo. Luhur sebelumnya adalah Kepala Satuan Pengawas Internal. 
 
Sementara itu Hari Karyuliarto diangkat sebagai Direktur Gas. Sebelumnya, Hari merupakan Sekretaris Perusahaan Pertamina. 
 
Adapun posisi anggota dewan direksi lainnya tetap, yakni Direktur Utama Karen Agustiawan, Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin, Direktur Hulu Muhamad Husen, dan Direktur Keuangan Andri T. Hidayat.
 
Dahlan mengatakan keputusan itu adalah keputusan Menteri BUMN selaku RUPS yang juga telah didiskusikan dengan Dirut perseroan. Menurutnya, untuk pergantian posisi direksi BUMN kecuali posisi dirut, tidak perlu lagi fit and proper test. 
 
“Sekarang ini tidak ada lagi fit and proper untuk direktur, fit and proper direktur tidak melalui TPA [Tim Penilai Akhir]. Konsep dream team itu sudah didiskusikan antara Kementerian BUMN bersama dengan dirutnya,” ujarnya. (sut)
 

 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top