BATASAN BBM BERSUBSIDI: Tak berlaku nasional

JAKARTA: Pemerintah akan menerbitkan aturan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan berkapasitas mesin (cc) besar secara bertahap atau tidak langsung berlaku secara nasional.Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan aturan batasan BBM premium berdasarkan
News Editor | 18 April 2012 19:17 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan menerbitkan aturan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan berkapasitas mesin (cc) besar secara bertahap atau tidak langsung berlaku secara nasional.Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan aturan batasan BBM premium berdasarkan cc tersebut mempertimbangkan ketersediaan SPBU yang menjual BBM jenis pertamax."Ada tahapan. Yang sudah ada pertamax baru Jakarta, Jabotabek sampai di Jawa Timur sebagian," kata Jero menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden, Rabu, 18 April.Pemerintah, ujarnya, juga mempertimbangkan cc kendaraan yang akan dilarang menggunakan premium juga berdasarkan kecukupan pertamax.Jero meyakini Pertamina juga akan mampu meningkatkan ketersediaan pertamax, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat."Kalau misalnya 1.400 (cc) harus ke pertamax, kita sedang menghitung cukup tidak [ketersediaan pertamax]. Kalau tak cukup 1.500 dulu lah biar sedikit. Jadi ada tahapan," kata Jero. (tw) 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS kena pengaruh apa lagi?

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

 

Sumber : Linda T. Silitonga

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top