SHARP berencana bangun pabrik AC

 
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 18 April 2012  |  21:36 WIB

 

JAKARTA: PT Sharp Electronics Indonesia berencana membangun pabrik AC pertamanya di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 600.000 unit per tahun.
 
General Manager Administration Division PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp) Sukiatno Halim mengatakan perusahaan tersebut telah mengantongi izin pembangunan pabrik AC dari BKPM.
 
“Tergantung iklim investasi kita punya rencana membangun pabrik AC berkapasitas 500.000—600.000 unit per tahun. Sekitar 40.000 unit per hari,” ucapnya  hari ini.
 
Dia mengungkapkan saat ini seluruh AC merek Sharp yang dipasarkan di Indonesia masih diimpor dari pabrik di Thailand yang kapasitasnya mencapai 2,8 juta unit per tahun.
 
Selain itu, Sukiatno mengatakan Sharp juga sudah mendapatkan izin dari BKPM untuk menambah kapasitas produksi televisi perusahaan sebanyak 400.000 unit per tahun.
 
Rencana pembangunan tersebut, jelasnya, untuk mengoptimalkan lahan seluas 31 hektar milik perusahaan tersebut di Karawang.
 
Sukiatno mengatakan lahan di Karawang adalah bagian dari investasi Sharp senilai Rp1,2 triliun untuk menggandakan kapasitas produksi mesin cuci dan kulkas yang telah diumumkan bulan lalu.
 
Pabrik yang mulai dibangun pada Juni tahun ini rencananya akan mulai beroperasi pada Oktober 2013. 
 
Setelah pabrik itu beroperasi kapasitas produksi mesin cuci Sharp direncanakan meningkat dari 50.000 per bulan menjadi 140.000 per bulan, sedangkan kapasitas kulkas ditargetkan naik dari 120.000 per bulan menjadi 220.000 per bulan.
 
Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi  memperkirakan pabrik mesin cuci dan kulkas Sharp yang baru bisa menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja secara langsung dan 5.000 tenaga kerja secara tidak langsung.
 
Penambahan kapasitas tersebut juga akan meningkatkan ekspor mesin cuci dan kulkas Sharp dari 7% dari total produksi menjadi melebihi 10% total produksi.
 
“Tapi yang menarik, Sharp mengembangkan riset dan pengembangan R&D sesuai pasar Indonesia. Jadi ada transfer teknologi ke perekayasa kita,” katanya.
 
Namun, dia mengharapkan produsen elektronik tersebut untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari besaran saat ini yang sekitar 40%.
 
Budi menambahkan pemerintah juga mendorong investasi pembangunan pabrik produk elektronik tertentu melalui insentif tax allowance dalam PP no. 52/2011.
 
Presiden Direktur Sharp Fumihiro Irie mengatakan Sharp telah ada di Indonesia sejak 40 tahun silam dan masih memiliki rencana investasi jangka panjang di Tanah Air.
 
Sukiatno menambahkan fokus rencana investasi Sharp di Indonesia adalah untuk produk AC, panel surya, TV LCD, kulkas dan mesin cuci.
 
Dia mengklaim Sharp mengusai 25% pasar produk elektronik konsumen di Indonesia.
 
Nilai penjualan produk elektronik Sharp, tambahnya, mencapai Rp7,4 triliun pada 2011 ditopang oleh peralatan elektronik rumah tangga terutama kulkas.
 
Perusahaan Jepang tersebut tahun ini mentargetkan pertumbuhan minimal 20% setara dengan pertumbuhan pasar di Indonesia.
 
“Tapi kuartal pertama masih tidak jauh dari tahun lalu. Karena pabrik Cakung kita sudah sangat terbatas kapasitasnya,” kata Sukiatno. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top