PUPUK INDONESIA tak jadi emisi obligasi

JAKARTA: PT Pupuk Indonesia Holding Company mendapatkan komitmen pinjaman dari sejumlah bank nasional pelat merah untuk mendanai 70% investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan tiga pabrik baru senilai US$1,3 miliar.Dirut Pupuk Indonesia Arifin Tasrif
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 18 April 2012  |  16:55 WIB

JAKARTA: PT Pupuk Indonesia Holding Company mendapatkan komitmen pinjaman dari sejumlah bank nasional pelat merah untuk mendanai 70% investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan tiga pabrik baru senilai US$1,3 miliar.Dirut Pupuk Indonesia Arifin Tasrif menegaskan hal ini berarti perseroan tidak membutuhkan pendanaan dari penerbitan surat utang yang sempat diutarakan pada tahun lalu."Setiap kali, saya selalu ditanyakan mengenai rencana obligasi. Itu tidak perlu lagi karena kami telah mendapatkan komitmen pendanaan dari bank nasional untuk pembangunan pabrik," jelasnya saat dihubungi Bisnis, Rabu, 18 April 2012.Pembangunan pabrik baru merupakan langkah strategis pertama yang akan dilakukan BUMN tersebut sejak mengganti namanya dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)."Namun pembangunan pabrik ini tidak serta-merta meningkatkan kapasitas produksi kami karena dibutuhkan paling tidak 4 tahun lagi hingga semua pabrik tersebut mulai beroperasi," ujarnya.Saat ini, proyek pembangunan Pabrik Pupuk Kaltim V senilai Rp5 triliun di Bontang, Kaltim, telah dimulai. Proyek pembangunan salah satu pabrik milik anak usaha perseroan, yakni PT Petrokimia Gresik akan dimulai pada tahun depan.Adapun pembangunan pabrik di Bojonegoro, menurutnya, masih belum dapat ditargetkan tanggal pelaksanaannya menyusul belum ada kejelasan dari mitranya dalam proyek tersebut, yakni Exxon Mobile yang beroperasi di blok Cepu.Ketiga pabrik baru tersebut ditargetkan berproduksi masing-masing sebanyak 1 juta ton per tahunnya. Namun, untuk tahun ini total produksi perseroan belum akan meingkat dari tahun lalu yakni 12 juta ton. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top