PETROKIMIA GRESIK perluas lahan GP3K di Kalsel

SURABAYA: PT Petrokimia Gresik (Persero) memperluas penanaman padi ke luar Pulau Jawa antara lain di Kalimantan Selatan (Kalsel) seluas 50 hektare, sebagai bagian dari program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K).
News Editor | 17 April 2012 18:47 WIB

SURABAYA: PT Petrokimia Gresik (Persero) memperluas penanaman padi ke luar Pulau Jawa antara lain di Kalimantan Selatan (Kalsel) seluas 50 hektare, sebagai bagian dari program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K).

 
Kepala Biro Hubungan Masyarakat PT Petrokimia Gresik (Petrogres) Wahyudi menyebutkan pencanangan dimulainya budi daya padi di Kalsel dijadualkan berlangsung pada akhir pekan ini, dengan dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan.
 
“Areal yang dimanfaatkan penanaman padi di Kalsel seluas 50 hektare,  kegiatan itu merupakan bagian dari pelaksanaan program GP3K di luar Jawa,” ujarnya kepada Bisnis hari ini, Selasa 17 April 2012.
 
Sebelumnya, Petrogres mengembangkan program GP3K ke Sulawesi Selatan, dengan melaksanakan demplot pemupukan berimbang Phonska dan Petroganik di 19 kabupaten di provinsi tersebut a.l. Bone, Sidrap, Luwu, Gowa, Maros, Soppeng, Jeneponto dan lainnya lagi. 
 
Demplot dimulai pada Desember 2011 dan berakhir Maret – April tahun ini. Komposisi penggunaan pupuk terhadap tanaman padi dalam program tersebut berupa 500 kg Petroganik, 300 kg Phonska dan 200 kg urea per hektare. 
 
Volume panen padi di masing-masing kabupaten di Sulsel disebutkan 5 – 6 ton per hektare gabah kering panen (GKP), dan berpotensi ditingkatkan menjadi 7 – 8 ton/ha GKP.
 
“Kami bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan, diharapkan di masa mendatang petani di kawasan tersebut akan terbiasa melakukan pemupukan berimbang,” tutur T. Nugroho Purwanto, Direktur Komersiil PT Petrokimia Gresik, belum lama ini.    
 
Petrogres dalam melaksanakan program GP3K 2011 di Pulau Jawa memperoleh jatah seluas 43.450 hektare mencakup wilayah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. 
 
BUMN produsen pupuk berbasis di Gresik, Jatim, itu terus mengkampanyekan pentingnya penggunaan pupuk organik guna mengembalikan tingkat kesuburan lahan, sekaligus meningkatkan volume panen. (sut)

Sumber : Adam A. Chevny

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top