IMPOR JAGUNG: Pasokan bahan baku pakan sulit

JAKARTA: Pengusaha pakan ternak meminta pemerintah segera mengizinkan impor jagung di tengah kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku.Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan saat ini komoditas pertanian mengalami kekacauan
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 17 April 2012  |  16:12 WIB

JAKARTA: Pengusaha pakan ternak meminta pemerintah segera mengizinkan impor jagung di tengah kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku.Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan saat ini komoditas pertanian mengalami kekacauan yang ditandai dengan kenaikan harga di pasar internasional.Salah satu komoditas yang sedang mengalami kenaikan harga ada jagung. Padahal, jagung menjadi bahan baku utama industri pakan ternak."Komoditas sedang chaos [kacau]. Ini [kondisi bahan baku pakan ternak] bahaya dan kritis. Kita terpaksa harus mengambil dari luar," ujarnya kepada Bisnis, Selasa, 17 April 2012.Dia menjelaskan produksi jagung di dalam negeri tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu dapat dilihat dari importasi jagung pada Januari-Maret tahun ini hanya 270.000 ton, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu lebih dari 600.000 ton.Menurutnya, pasokan jagung lokal pada awal tahun ini lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Namun, pasokan jagung lokal saat ini sudah mulai habis, karena panen aktivitas panen di beberapa daerah sudah selesai.Stok jagung di gudang seluruh pabrik pakan ternak saat ini, katanya, hanya sekitar 490.000 ton. Padahal, kebutuhan jagung seluruh pabrik pakan ternak di Tanah Air sebanyak 500.000 ton per bulan.Untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku pakan ternak, pihaknya sudah mengusulkan izin impor kepada Mentan. Namun, pemerintah, katanya, terlihat enggan untuk memberikan izin impor jagung. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top