TEKNOLOGI PERTANIAN: Kehilangan pascapanen tinggi

BANDUNG: Petani di Jabar berharap pemerintah lebih memerhatikan kehilangan pascapanen di provinsi tersebut yang tergolong tinggi sebesar 15%.Ketua HKTI Jabar Entang Sastraatmadja mengatakan seharusnya kehilangan pascapanen ini bisa ditekan sampai 5-6%
News Editor | 17 April 2012 15:16 WIB

BANDUNG: Petani di Jabar berharap pemerintah lebih memerhatikan kehilangan pascapanen di provinsi tersebut yang tergolong tinggi sebesar 15%.Ketua HKTI Jabar Entang Sastraatmadja mengatakan seharusnya kehilangan pascapanen ini bisa ditekan sampai 5-6% dengan menggenjot perbaikan serta penataan teknologi di lapangan."Sistem baru penting untuk diterapkan. Sudah seharusnya setiap panen berlangsung petani sudah berhadapan dengan mesin penggilingan," katanya kepada Bisnis, Selasa, 17 April 2012.Menurutnya, selama ini petani Jabar masih terjerat pola tradisional. Besaran nilai susut atau kehilangan padi ini juga ditentukan faktor budaya setempat. Meskipun sudah ada petani yang menggunakan peralatan mekanis, penerapannya belum maksimal."Kehilangan panen dengan peralatan tradisional, seperti arit, sangat besar karena padi banyak tercecer," katanya.Kehilangan pascapanen itu, lanjutnya, terjadi selama proses pengeringan, penyimpanan, dan penggilingan.Pemerintah sebetulnya sudah memiliki produk teknologi pertanian untuk menekan kehilangan pascapanen, a.l teknologi pengeringan dengan mesin pengering dan teknologi penyimpanan.Namun, menurutnya, pemahaman petani terhadap teknologi itu masih minim karena sosialisasi dan peran penyuluh yang masih kurang.Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jabar menunjukkan jumlah penyuluh yang tersebar di provinsi itu sebanyak 3.934 orang.(k29/k35/tw) 

Sumber : Dinda Wulandari & Roberto Purba

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top