BEA CUKAI: Administrasi bank kerap hambat arus barang

JAKARTA: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menilai perlu penyederhanaan proses administrasi perbankan guna mempercepat arus barang dan memangkas waktu penumpukan barang (dwelling time). Agung Kuswandono, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menjelaskan
| 17 April 2012 12:42 WIB

JAKARTA: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menilai perlu penyederhanaan proses administrasi perbankan guna mempercepat arus barang dan memangkas waktu penumpukan barang (dwelling time). Agung Kuswandono, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menjelaskan ada tiga aspek yang memengaruhi masa penumpukan barang di pelabuhan (dwelling time), yakni proses administrasi perbankan (pre clearance), proses kepabeanan dan cukai (custom clearance), dan proses audit (post clearance). Menurutnya, proses kepabeanan dan cukai yang ditangani instansinya sudah sangat singkat, yakni dalam hitungan detik. “Ternyata permasalahannya itu waktu diidentifikasi di pre clearance, masalah perbankan. Waktu bayar jumat diprosesnya baru senin,” tuturnya usai rapat pimpinan Kementerian Keuangan, hari ini. Untuk itu, lanjutnya, dalam rapat sekretaris kabinet  diputuskan agar perbankan memperbaiki pelayanannya guna mempersingkat dwelling time. “Kemaren hasil rapat terakhir, dengan mengubah (menyederhankan proses) perbankan saja dwelling time yang lima hari bisa ditekan jadi tiga hari,” katanya. Sementara untuk post clearance, lanjut Agung, menjadi tanggung jawab pengelola pelabuhan, PT. Pelindo, dalam menguapayakan agar barang tidak menumpuk terlalu lama di pelabuhan. “Katanya lebih enak di pelabuhan karena masih ada freetime dan itu dijagain Pelindo dan bea cukai, tetapi inget di pelabuhan itu bukan tempat penumpukan . Pelabuhan itu tempat untuk live on atau storage sementara,” katanya. (ra)

 

 

BACA JUGA

 

Penerimaan bea cukai dklaim naik

Tag :
Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top