HARGA GABAH TINGGI: Bulog Bali kesulitan serap beras petani

DENPASAR: Perum Badan Urusan Logistik Bulog Divisi Regional Bali mengklaim kesulitan menyerap beras di tingkat petani karena harga gabah di tingkat pasar sudah lebih tinggi dari harga pokok pembelian yang ditentukan pemerintah.Berdasarkan Instruksi Presiden
Matroji | 16 April 2012 17:39 WIB

DENPASAR: Perum Badan Urusan Logistik Bulog Divisi Regional Bali mengklaim kesulitan menyerap beras di tingkat petani karena harga gabah di tingkat pasar sudah lebih tinggi dari harga pokok pembelian yang ditentukan pemerintah.Berdasarkan Instruksi Presiden No.3/2012, harga beras petani dibeli bulog seharga Rp6.600 per kilogram. Adapun untuk gabah kering giling (GKG) dibeli seharga Rp4.200 per kg. Sementara untuk target 2012, Bulog Bali diharuskan mampu menyerap sebesar 20.000 ton setara beras dari petani untuk memenuhi kebutuhan tahunan sebesar 24.048 ton setara beras atau 2.004 kg per bulan.Data Badan Pusat Statistik Bali merinci, harga beras C4 di Denpasar pada Februari dan Maret masih Rp46.500 per 5 kg. Adapun IR 64 Tabanan cenderung naik selama Februari hingga awal April menjadi Rp9.000 per kg. Sejak dua bulan terakhir, harga beras dan sejumlah pangan lain masih dalam posisi stabil tinggi.Kepala Divisi Regional Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Bali Sutisna mengatakan kesulitan penyerapan beras di tingkat petani sudah dirasakan sejak 2011. Pada tahun itu, Bulog Bali hanya menyerap sebesar 1,8% dari target 20.000 ton setara beras yang ditetapkan. “Petani lebih memilih menjual ke pasar dibanding menjual ke Bulog,” katanya kepada Bisnis, hari ini.Untuk periode 2012, lanjutnya, Bulog pesimistis dalam menyerap beras di tingkat petani. Berdasarkan data Bulog, pemenuhan sebanyak 3.000 kg per tahun dari petani Bali sudah sangat maksimal. “untuk itu, Bali selalu mengandalkan suplai dari Bulog Jawa Timur, Sulawesi dan Nusa Tenggara sebagai penopang keburuhan beras.Saat ini, pengadaan beras Bulog Bali hanya bergantung pada musim panen (MP) II/2011. Setelah MP II, Bulog tidak akan bisa berharap banyak menyerap beras dari petani. Namun, hingga saat ini Bulog Bali masih belum akan menurunkan prognosa beras 2012. Perum Bulog Divisi Regional Bali kini memiliki persediaan beras 13.876 ton. Stok dikuasai itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 6 bulan.Berdasarkan catatan Bulog Bali per Januari hingga April 2012 telah menyalurkan beras sebanyak 7.978 ton untuk 134.804 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di 713 desa/kelurahan. Beras yang didistribusikan melalui 56 kecamatan itu dijual dengan harga Rp1.600 per kg.Saat ini, penyaluran beras murah setiap bulannya di Kabupaten Buleleng sebanyak 677,8 ton, Jembrana 83,9 ton, Tabanan 174,3 ton, Badung 56,5 ton, Gianyar 112,6 ton, Klungkung 119,8 ton, Bangli 201,7 ton, Karangasem 538,8 ton, dan Kota Denpasar 38,7 ton. Bulog menerima beras dengan standar maksimal kadar air sebanyak 14%, derajat sosoh 95%, kerusakan/butir patah 20%. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top