JATI UNGGUL: Menteri Kehutanan panen di Jatim

MAGETAN:  Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memulai panen perdana jati unggul nusantara (JUN) dengan pola bagi hasil umur 5 tahun.Panen dan pemanfaatan pohon jati berumur 5 tahun ini merupakan yang pertama kali terjadi di dunia.Selama ini, jati yang
News Editor | 16 April 2012 12:17 WIB

MAGETAN:  Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memulai panen perdana jati unggul nusantara (JUN) dengan pola bagi hasil umur 5 tahun.Panen dan pemanfaatan pohon jati berumur 5 tahun ini merupakan yang pertama kali terjadi di dunia.Selama ini, jati yang dipanen dengan kualitas sama biasanya memiliki masa tanam 30 tahun-40 tahun."Ini merupakan kemajuan dan kualitas bibit jati unggul akan terus diperbaiki. Kecepatan panen ini menyamai pohon Sengon yang bisa dipanen 5 tahun," katanya di Desa Sumursongo, Kec. Karas, Kab. Magetan, Prov. Jatim hari ini, Senin, 16 April 2012.Jati yang ditanam merupakan bibit klon-klon jati unggul melalui test DNA. Pengembangan bibit ini merupakan hasil kerja sama unit UBH KPWN dengan UGM.Panen pohon jati ini dilakukan melalui empat tahap pemotongan. Pertama (pangkal) dengan diameter 25cm-32 cm dan panjang 2m. Potongan ke-2 dengan diameter 15cm-24cm dan panjang 2m.Selanjutnya, potongan ke-3 berdiameter antara 10cm-14cm dengan panjang 1m. Adapun potongan ke-4 (ujung) memiliki diameter 7cm-9 cm dan panjang 0,5 m.Hasil panen perdana JUN pola bagi hasil ini seluruhnya dibeli oleh PT Djubah Nusantara dari Pasuruan. Kemudian, produk ini diolah menjadi Finger Joint Laminating Flooring oleh PT FS Asia Raya dan flooring tersebut diekspor ke Jepang."Usaha seperti ini harus diperluas ke daerah dan desa-desa lain. Selain jati, juga bisa dikembangkan untuk kayu lain seperti Sengon," katanya. (ra)

 

BACA JUGA

 

Dana investasi asuransi Tugu naik

 

Sumber : Aprilian Hermawan

Tag :
Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top