KONVERSI ELPIJI: NTT masih pakai minyak tanah

 
Matroji | 16 April 2012 14:22 WIB

 

 

 

DENPASAR: PT Pertamina Bali Nusa Tenggara hingga 2012 belum menerima surat perintah dari pemerintah untuk menjalankan konversi minyak tanah ke elpiji di Nusa Tenggara Timur. 

Sales Area Manager Bali Nusa Tenggara PT Pertamina Iin Febrian mengatakan program konversi elpiji ukuran 3 kilogram untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) belum dijalankan.

 

“Hingga saat ini, Pertamina belum mengetahui secara pasti kapan warga NTT menerima hak konversi seperti di provinsi lain,” katanya kepada Bisnis, hari ini. 

Provinsi dengan 9 pulau besar ini, lanjutnya, belum akan menerima program konversi ini dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah masih belum ada keputusan pemerintah. Diketahui NTTmempunyai 21 kabupaten kota dengan ibukota provinsi, Kupang. “Berdasarkan pendataan, target konversi elpiji di NTT sebesar 131.000 paket.” 

Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya di Lombok saja yang sudah terbagi 691.000 paket konversi ekpiji 3 kilogram. Adapun di Sumbawa, paket konversi sama sekali belum terbagi. Secara target, lanjutnya, sebanyak 260.000 paket konversi di Lombok akan dibagikan dan 350.000 paket akan dibagikan di Sumbawa. 

Sales Regional Elpiji Pertamina Bali Nusa Tenggara Hanggowo Wicaksono menjelaskan untuk 350.000 paket elpiji di Sumbawa akan terbagi pada Mei 2012. Untuk sementara, suplai elpiji di Nusa Tenggara disuplai melalui depot Manggis di Karangasem, Bali. 

Sebagaimana diketahui, konsumsi elpiji di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 300 ton per hari. Adapun depot di Manggis mempunyai kapasitas tampung sebesar 3.000 metrik ton atau setara dengan 1.000 tabung ukuran 3 kilogram. Berdasarkan catatan, depot Manggis menguasai 7 hingga 10 hari stok untuk Bali dan Nusa Tenggara. 

Hanggowo mengatakan stok di Nusa Tenggara masih terkendala cuaca saat pengiriman. Dicontohkan saat pelabuhan padangbai ditutup karena buruknya cuaca, stok di Nusa Tenggara dipastikan terganggu. “Jaminan suplai di Nusa Tenggara masih rentan.”

Untuk mengatasi masalah kelanggakan stok elpiji saat cuaca buruk, saat ini Pertamina mentenderkan satu depot elpiji yang akan dikelola pertamina dan swasta. Pertamina Bali berharap, depot mini baru berkapasitas 1.500 metrik ton akan beroperasi pada 2013.(msb)

 

Sumber : Ashari Purwo

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top