IMPOR BUAH Selandia baru tiga tahun terakhir melonjak 177%

JAKARTA: Impor produk hortikultura dari Selandia Baru ke Indonesia selama 2008-2011 bertumbuh 177,7% yaitu menjadi NZ$25 juta dibandingkan pada 2008 NZ$8 juta.Executive Director New Zealand Horticulture Export Authority Simon Hegarty mengatakan industri
Yeni H. Simanjuntak | 16 April 2012 17:41 WIB

JAKARTA: Impor produk hortikultura dari Selandia Baru ke Indonesia selama 2008-2011 bertumbuh 177,7% yaitu menjadi NZ$25 juta dibandingkan pada 2008 NZ$8 juta.Executive Director New Zealand Horticulture Export Authority Simon Hegarty mengatakan industri hortikultura Selandia Baru telah memanfaatkan peluang pasar Indonesia.Menurutnya, pertumbuhan ekspor buah dan sayur asal Selandia Baru ke Indonesia, karena produk asal negara itu memiliki standard keamanan dan kesehatan untuk konsumen. Hal itu, lanjutnya, mendorong peningkatan konsumsi produk buah dan sayuran yang diimpor dari Selandia Baru oleh konsumen di Tanah Air.Nilai ekspor hortikultura ke Indonesia pada tahun lalu mencapai NZ$25 juta naik 177,7% dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2008 NZ$8 juta.Simon menuturkan ekspor bawang bombay ke Indonesia berkontribusi sebesar 45% dari total nilai ekspor hortikultura dari negeri tersebut.Ekspor buah kiwi dari Selandia Baru, katanya, menduduki posisi kedua mencapai 20% dari total ekspor hortikultura ke Indonesia disusul apel dan pir sebesar 20%.Dia menilai ekspor hortiklutura ke Indonesia masih relatif kecil, karena Selandia Baru juga mengapalkan sayur dan buah ke Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa, dan Amerika Serikat serta negara lainnya.Menurutnya, volume ekspor sayur dan buah akan dipengaruhi oleh harga di masing-masing negara tujuan.“Apabila, harga di Amerika Serikat atau Eropa lebih tinggi tentu saja penjualan akan diprioritaskan ke sana,” ujarnya di sela-sela acara Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Selandia Baru ke Indonesia, hari ini.Simon memaparkan pihaknya tidak mematok target ekspor ke Indonesia secara spesifik dalam 2-3 tahun terakhir. Namun, kenaikan ekspor, katanya, akan terus berlanjut setiap tahun seiring dengan peningkatan minat masyarakat Indonesia terhadap buah dan sayuran asal Selandia Baru.Impor hortikultura Indonesia pada 2011 mencapai 1,6 juta ton naik 33,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 1,2 juta ton.Chief Executive Officer Pipfruit New Zealand Peter Beaven menargetkan ekspor hortikultura ke Indonesia sebesar 4.000 ton pada tahun ini naik 10% dibandingkan dengan tahun lalu.Menurutnya, jenis produk yang paling dominan diekspor ke Indonesia yaitu apel dan pir. Pipfruit New Zealand merupakan organisasi industri Selandia Baru bagi petani dan eksportir apel dan  pir.Dia menuturkan produksi apel dan pir di Selandia baru mencapai 500.000 ton per tahun dengan produktivitas kedua jenis buah itu rerata 60 ton per hektare.Peter memaparkan 60% atau 300.000 ton produksi apel dan pir asal Selandia Baru diekspor ke 65 negara tujuan termasuk Indonesia.Indonesia, katanya, merupakan menempati peringkat kesepuluh sebagai negara tujuan ekspor hortikultura asal Selandia Baru. Tujuan utama penjualan apel dan pir dari Pipfruit, katanya, yaitu Jerman dan Inggris. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top