DISTRIBUSI PUPUK: Pelindo IV jamin kelancaran di KTI

MAKASSAR: PT Pelindo IV optimistis distribusi pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan akan mencapai target menyusul peningkatan aktivitas bongkar muat pupuk dalam jumlah yang memadai di Dermaga Soekarno Pelabuhan Makassar, mulai hari ini.Direktur Utama
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  17:40 WIB

MAKASSAR: PT Pelindo IV optimistis distribusi pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan akan mencapai target menyusul peningkatan aktivitas bongkar muat pupuk dalam jumlah yang memadai di Dermaga Soekarno Pelabuhan Makassar, mulai hari ini.Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Harry Sutanto mengatakan pihaknya menjamin kapasitas bongkar muat di Pelabuhan Makassar Dermaga Soekarno saat ini bisa mencapai minimal 4.000 ton per hari.  "Harapan kami ini bisa lebih dari 5.000 ton per hari. Mudah-mudahan dengan koordinasi yang baik, target ini bisa dicapai," ujarnya seusai meresmikan kerja sama pembongkaran perdana pupuk urea bersubsidi Pelindo IV Makassar dengan PT Pusri (Holding), Minggu 15 April 2012.Menurutnya, peningkatan kapasitas bongkar muat itu cukup membantu, terutama dari segi efisiensi karena dapat menghemat waktu tunggu kapal di dermaga hingga 50%.  Adapun bongkar muat perdana pupuk bersubsidi jenis urea yang mencapai 27.000 ton, ungkapnya, akan memakan waktu antara 5 dan 6 hari."Kami pastikan waktu bongkar pupuk urea sebanyak 27.000 itu, paling lama 6 hari selesai. Kalau dulu, bisa sampai dua minggu. Apalagi cuaca saat ini cukup mendukung," tegasnya.Selain peningkatan kapasitas bongkar muat, pihaknya juga akan menambah luas Dermaga Soekarno, yang saat ini sedang dalam proses pengurusan izin. Peningkatan koordinasi dan pelayanan ini juga katanya, dilakukan untuk membantu distribusi pupuk agar bisa lebih terukur dan terencana, sehingga petani tidak kesulitan memperoleh pasokan pupuk. Adapun kelangkaan pupuk di tingkat petani yang sempat terjadi pada awal musim tanam tahun ini, akibat adanya kepadatan trafik kapal di Dermaga Soekarno.

"Pokoknya kami siap mendukung distribusi pupuk, khususnya di Sulsel dan kawasan timur Indonesia [KTI]," tegas Harry.Direktur PT Pupuk Sriwijaya (Holding) Arifin Tasrif mengungkapkan tahun ini pihaknya ditugaskan untuk mendistribusikan 10 juta ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia. "Dari total 10 juta ton pupuk bersubsidi yang harus kami distribusikan tahun ini, untuk didistribusikan di wilayah Sulsel mencapai 700.000 ton," ujarnya.Pihaknya menargetkan, tahun ini akan mendistribusikan 1,2 juta ton pupuk bersubsidi di KTI, dan Pelabuhan Makassar akan menjadi hub untuk kemudian di re-distribusi. Sementara itu, pihaknya sendiri sudah merealisasikan penambahan gudang penyangga pupuk yang ada di Sulsel, hingga menjadi 315.000 ton. Penambahan gudang penyangga di lini dua katanya berkapasitas 70.000 ton, dan di lini tiga berkapasitas 100.000 ton. Penambahan gudang penyangga itu, dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi agar keterlambatan distribusi pupuk tidak terulang lagi. "Tujuannya juga, untuk memperbanyak persediaan pupuk di Sulsel," ucapnya.Langkah berikutnya adalah, memperbaiki jaringan distribusi hingga ke pelosok-pelosok daerah, dengan memperbanyak kios-kios penjualan. Seperti diketahui, sempat terjadi keterlambatan distribusi pupuk pada awal musim tanam 2012 lalU, yang disebabkan a.l lalu lintas di pelabuhan padat, dan kondisi cuaca yang cukup ekstrim saat itu.Sementara itu terkait bongkar muat perdana pupuk bersubsidi yang dilakukan hari ini, Minggu, 15 April menurutnya, total jumlahnya mencapai 47.000 ton yang diangkut menggunakan dua kapal. Terdiri dari 20.000 ton pupuk ZA dan phonska, serta 27.000 ton pupuk urea. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top