REALISASI ANGGARAN: Sulawesi Selatan serap 55% dana pertanian

MAKASSAR: Penyerapan anggaran pertanian Provinsi Sulawesi Selatan pada kuartal I tahun ini telah mencapai Rp103,82 miliar untuk penggunaan konversi air, antisipasi anomali, pembangunan jaringan irigasi dan jalan tani serta perluasan sawah atau pencetakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  15:44 WIB

MAKASSAR: Penyerapan anggaran pertanian Provinsi Sulawesi Selatan pada kuartal I tahun ini telah mencapai Rp103,82 miliar untuk penggunaan konversi air, antisipasi anomali, pembangunan jaringan irigasi dan jalan tani serta perluasan sawah atau pencetakan sawah baru.Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan & Hortikultura (Disperta TPH) Sulsel Lutfie Halide mengatakan penyerapan anggaran percepatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian (PSP) kuartal pertama tahun ini, sudah terealisasi hingga 55% atau sebesar Rp103,82 miliar dari total alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp187,14 miliar."Secara umum penyerapan anggaran PSP Sulsel sudah mencapai 55%. Meski ada beberapa daerah yang penyerapannya masih di bawah angka 50%. Tapi kami optimis, sampai akhir bulan ini, semua daerah sudah di atas 50%," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu 14 April 2012.Menurutnya, penyerapan anggaran PSP tersebut diharapkan mampu mendukung kinerja produksi padi Sulsel yang tahun ini di target mencapai 5,2 juta ton atau meningkat dari produksi tahun sebelumnya yang mencapai 4,8 juta ton. Adapun anggaran PSP dari Kementrian Pertanian (Kementan) untuk Sulsel tahun ini meningkat hingga 60% menjadi Rp187,14 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp111,38 miliar."Dengan dukungan peningkatan anggaran tersebut, Sulsel diharapkan mampu mendukung surplus 10 juta ton beras nasional," paparnya.Dana dekonsentrasiSementara itu, untuk realisasi penyerapan anggaran dana dekonsentrasi Disperta TPH Sulsel tahun 2012, hingga saat ini baru sekitar 6,69% dari total anggaran tahun ini sebesar Rp4,22 miliar. Pada dana dekonsentrasi terdapat kegiatan perluasan sawah seluas 7.350 ha dengan alokasi dana Rp2,43 miliar. "Progress kegiatan tersebut masih dalam tahap penunjukan rekanan dan mobilisasi tim pengukuran lahan. Itulah mengapa hingga saat ini realisasinya masih 6,69%" jelas Lutfie.Sementara untuk penyaluran pupuk bersubsidi yang tercatat hingga saat ini baru terealisasi 137.118 ton atau sekitar 27,4% dari rencana penyaluran tahun 2012 sebanyak 500.400 ton.  Adapun perencanaan penyaluran pupuk bersubsidi terdiri dari lima jenis pupuk, yakni Urea sebanyak 294.600 ton, ZA 61.400 ton, SP-36 44.000 ton, NPK 79.400.  (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top