KREDIT MIKRO: Wapres meminta perbankan genjot penyaluran

 
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 15 April 2012  |  09:51 WIB

 

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono meminta bank-bank penyedia kredit usaha rakyat (KUR) meningkatkan penyaluran kredit mikro itu karena sudah terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. 
 
"KUR adalah agenda prioritas pembangunan.  Perbankan harus  lebih proaktif dan kerja keras lagi menjangkau wilayah-wilayah usaha mikro di Tanah Air untuk menyalurkan kredit," kata Boediono dalam situs resmi wapres yang dipublikasikan hari ini. 
 
Boediono menyampaikan hal itu kepada para wakil direksi bank-bank penyalur KUR saat mengadakan pertemuan dengan penerima KUR se- Sumatera Utara pada Sabtu, 14 April 2012. 
 
Boediono yang juga bekas Gubernur Bank Indonesia ini meminta agar perbankan bisa lebih aktif menyisir usaha-usaha mikro di daerah yang sangat potensial namun belum dapat mengakses perbankan.
 
Namun di sisi lain, Wapres juga menghendaki agar pelaku usaha kecil menengah juga lebih aktif mencari informasi kredit mikro di bank-bank. 
Sebab, lanjutnya, berbagai tahapan harus dilakukan untuk mempersiapkan para pelaku UKM agar bisa memenuhi persyaratan untuk memperoleh fasilitas perbankan. 
 
Peran pemerintah daerah juga diperlukan untuk  membimbing para pelaku usaha kecil agar bisa bankable. 
 
“Kalau kedua-duanya kuat, maka ekonomi Indonesia kuat. Kekuatan ekonomi kita terletak pada ekonomi akar rumput,” kata Wapres. 
 
Wapres mencontohkan, ada kelompok simpan pinjam yang dikelola kaum perempuan yang transaksi simpanannya  sangat aktif sehingga dana yang dikelola sangat besar, bahkan hingga tidak cukup lagi untuk memenuhi permintaan. 
 
“Ini saatnya kelompok seperti ini, yang kredit macetnya tidak besar, layak naik pangkat menjadi nasabah perbankan. Saya sangat mendukung para penerima KUR untuk pada waktunya menjadi nasabah bank,” kata Wapres. 
 
Dalam kesempatan itu Wapres menyaksikan pemberian KUR oleh para direksi bank pelaksana yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bank Syariah Mandiri dan Bukopin kepada 15 debitur.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top