PELABUHAN PERIKANAN: KADIN siap bantu penyediaan KAPAL

 
Gajah Kusumo | 13 April 2012 18:16 WIB

 

JAKARTA: Pembangunan sejumlah pelabuhan khusus perikanan diharapkan rampung pada 2015 guna menunjang kematangan sistem logistik bagi industri perikanan dan kelautan.

 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengungkapkan sejumlah pelabuhan baru akan dibangun untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan ikan akibat terbatasnya jumlah gudang pendingin terutama di kawasan perairan Indonesia bagian timur.

 

Selain itu, serunya, revitalisasi pelabuhan lama akan dilakukan guna menjamin kapasitas yang lebih besar dan efektivitas rantai suplai ikan. Industri perikanan membutuhkan setidaknya dua pelabuhan berskala internasional yang terhubung dengan moda transportasi lainnya.

 

Wacana pembangunan pelabuhan perikanan merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang cetak biru pengembangan sistem logistik nasional. Kementerian Perekonomian, Kementerian Kelautan Perikanan, dan Kadin akan berkolaborasi menyusun terbangunnya pelabuhan perikanan berorientasi ekspor.

 

“Pengusaha-pengusaha yang tergabung di Kadin sudah berkomitmen membantu menyediakan kapal. Pemerintah didorong untuk menyediakan pelabuhan. Total investasi masih harus dibahas lebih lanjut,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat 13 April 2012.

 

Ongkos logistik

 

Menurut Natsir, buruknya sarana dan infrastruktur perikanan di Indonesia berkontribusi besar meningkatkan ongkos logistik. Hingga kini, biaya logistik di Indonesia mencapai 17%. Hambatan logistik akan memperlemah daya saing produk perikanan Indonesia baik di pasar domestik maupun ekspor.

 

Natsir yakin revitalisasi pelabuhan perikanan merupakan salah satu solusi untuk menekan biaya logistik menjadi 10% pada 2015. Dia berharap revitalisasi tersebut akan memberikan jaminan pendukung pasokan ikan serta peningkatan kapasitas industri pengolahan hasil perikanan.

 

“Nanti konsepnya multimoda karena didukung juga oleh bandara internasional sehingga bisa menekan lead time dalam proses ekspor produk perikanan,” jelasnya.

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Surardjo mengungkapkan penataan sistem logistikperikanan akan menjamin ketersediaan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan ikan.

 

Dia menilai pemerintah perlu menekan beban biaya transportasi guna memuluskan program industrialisasi di sektor perikanan.

 

Stabilitas harga

 

Menurut Cicip, sistem logistik perikanan akan menunjang stabilisasi harga ikan di pasar domestik. Harga ikan kerap melambung tinggi saat musim paceklik namun merosot saat musim panen sehingga memberikan ketidakpastian bagi nelayan.

 

“Sistem logistik perikanan juga akan dilengkapi sistem pengelolaan cold storage yang didukung oleh penerapan teknologi,” katanya.

 

Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Ady Surya mendesak pemerintah mengawali upaya perbaikan logistik perikanan dengan memperluas kepemilikan armada kapal tangkap tuna. Dia mencatat tidak banyak pabrik pengalengan ikan yang mempunyai kapal tangkap sendiri.

 

Selain itu, Ady meminta pemerintah membantu pendanaan pengembangan gedung pendingin. Keterbatasan lahan dan dana membuat pelaku usaha pengalengan ikan tidak mampu menyerap bahan baku tuna secara maksimal.

 

“Kalau bisa pembangunan cold storage setidaknya sudah menyentuh semua area di Pantura,” ungkapnya. (ea)

 

 

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top