AIR MINUM: Target pelayanan 68% hingga 2015

 
Linda Tangdialla | 13 April 2012 15:27 WIB

 

 

JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan masih optimistis target pelayanan air minum dapat tercapai 68% hingga 2015 sesuai target millenium development goals, meskipun saat ini upaya realisasinya masih banyak terkendala.

 

Dia mengatakan saat ini realisasi jangkauan layanan air minum diperkirakan mencapai 50% di seluruh Indonesia. “Secara data baru mencapai 47%, tapi banyak jangkauan yang sudah ada tapi belum tercatat. Kemungkinan memang sudah 50%,” ujarnya di Jakarta, Jumat 13 April 2015.

 

Dari sisi pendanaan, katanya, relatif tidak ada masalah. Misalnya saja, dari Kementerian PU mereka telah menganggarkan dana sebesar Rp6 triliun setiap tahunnya untuk penambahan jangkauan air minum melalui Ditjen Cipta Karya.

 

Kemudian, sumber dana juga berasal dari PDAM bersangkutan, dan bantuan dari dana pihak ketiga misalnya berupa hibah atau bantuan teknis lainnya.

 

“Kita juga melakukan upaya penyehatan PDAM melalui beragam cara seperti memfasilitasi pinjaman perbankan untuk PDAM yang sehat, dan merestrukturisasi utang PDAM. Dengan langkah itu diharapkan PDAM menjadi lebih sehat dan bisa meningkatkan pelayanannya pada masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum (Perpamsi) Syaiful menyatakan pesimis target layanan air bersih di Indonesia bisa mencapai 68% pada 2015 sesuai target MDG’s.

 

 

Pasalnya, katanya, selama ini masih banyak kendala dalam pencapaiannya, seperti investasi yang besar. Dia menyebutkan untuk membangun satu sambungan rumah saja, diperlukan anggaran Rp8 juta, artinya diperlukan biaya sekitar Rp65 triliun hingga 2015.

 

Namun, kemampuan pendanaan masih sangat rendah. Misalnya saja dari Kementerian PU hanya mampu mendanai sekitar Rp6 triliun pertahun atau Rp24 triliun hingga 2015.

 

Artinya, untuk pendanaan air minum hingga 2015 masih terdapat gap sekitar Rp41 triliun untuk mencapai Rp65 triliun. “Karena itu perlu dilaksanakan sumber pendanaan lain, seperti kerjasama dengan swasta, dan pinjaman perbankan yang saat ini sudah mulai diterapkan,” ujarnya.(msb)

 

 

Sumber : Mia Chitra Dinisari

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top