BULOG berhasil rangkul UKM pengepul beras

 
Wisnu Wijaya
Wisnu Wijaya - Bisnis.com 12 April 2012  |  18:57 WIB

 

SURABAYA: Upaya Badan Urusan Logistik merangkul pelaku industri perberasan skala kecil mulai membuahkan hasil dengan meningkatnya serapan di beberapa daerah, terbantu membaiknya hasil panen.
 
Bulog Sub Divisi Regional Madiun telah menyerap 18.000 ton setara beras hingga awal April, lebih tinggi dari capaian pada periode yang sama tahun lalu 11.000 ton. 
 
Target Sub Divre yang membawahi 3 wilayah kabupaten Madiun, kabupaten Nganjuk, dan Kotamadya Madiun ini adalah 58.000 ton setara beras sepanjang 2012. Artinya, serapan hingga bulan ini mencapai 30% dari prognosa.
 
Membaiknya serapan tahun ini disebabkan panen yang lebih baik, tak adanya serangan hama yang signifikan, dan dukungan cuaca. Kepala Subdivre Madiun Taufan Hakim menuturkan hingga panen berakhir Bulog masih terus menyerap gabah petani karena sebelumnya ada ekspektasi kenaikan harga bahan bakar minyak.
 
"Ada dampak psikologis, harga di pasar naik dan petani menimbun hasil panen," ujarnya hari ini.
 
Karena BBM tak jadi naik, tambahnya, dan harga cenderung stabil maka mereka melepas stok.
 
Kepala Sub Divre Bulog Kediri I Wayan Budita menuturkan hal yang hampir sama. Capaian yang lebih baik karena jaringan Bulog semakin luas meskipun persaingan dengan swasta tambah berat. 
 
"Target 2012 adalah 92.000 ton untuk kediri, kemarin sore sudah mencapai 17.000 ton," katanya. Di sisi lain, banyak mitra Bulog yang sudah besar mulai enggan memasok beras karena lebih berorientasi bisnis.
 
Budita mengatakan tingginya harga pasar membuat Bulog kesulitan mencari barang. Tambah lagi, pihak gudang swasta banyak memberi kemudahan dari memberi uang muka hingga kontrak tanpa jaminan.
 
Adapun, untuk menjadi mitra Bulog diperlukan persyaratan yang tidak sedikit seperti akta notaris perusahaan, SIUP, NPWP, surat kuasa penguasaan penggilingan, dan lain-lain.
 
Hal itu juga telah dialami tahun lalu manakala Bulog sempat enam kali menaikkan harga, namun tetap tidak mendapat barang karena selalu kalah dengan pedagang ataupun gudang swasta.
 
Seperti diketahui, Bulog kini membuat program "jaringan semut" dengan menerjunkan Satuan tugas ke daerah-daerah untuk membeli gabah atau beras dari para penebas padi di daerah, serta pemilik usaha penggilingan padi di luar mitra Bulog. 
 
Program lain adalah "dorong tarik," yakni bekerjasama dengan dinas pertanian di seluruh Indonesia untuk memberikan informasi terkait kantung-kantung padi di daerah yang bisa dibeli Satgas Bulog. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top