EKSPLORASI BULANAN: Kaltim Prima Coal habiskan Rp7,34 miliar

JAKARTA: Tambang kontributor utama PT Bumi Resources Tbk, PT Kaltim Prima Coal menghabiskan biaya eksplorasi bulanan pada Maret lalu mencapai US$816.051 atau setara dengan Rp7,34 miliar.Nilai tersebut hampir menghabiskan anggaran yang disiapkan untuk
Hery Trianto
Hery Trianto - Bisnis.com 12 April 2012  |  19:48 WIB

JAKARTA: Tambang kontributor utama PT Bumi Resources Tbk, PT Kaltim Prima Coal menghabiskan biaya eksplorasi bulanan pada Maret lalu mencapai US$816.051 atau setara dengan Rp7,34 miliar.Nilai tersebut hampir menghabiskan anggaran yang disiapkan untuk sebulan itu sebesar US$818.366.Selama Maret lalu, kegiatan pengeboran dilakukan di daerah Pit Melawan West, Inul East, dan Inul K West.Direktur dan Sekretaris perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan jumlah meter total pengeboran yang telah selesai dilakukan adalah 33.980,20 meter terdiri dari 84 lubang terbuka dan 24 lubang inti.“Pengeboran itu dilakukan untuk menentukan batas oksidasi secara rinci, batas zona terbakar, daerah washout, kualitas batu bara dan NAG atau potensi pembentukan air asam tambang dari semua batuan sedimen pada urutan penambangan," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, hari ini.Selanjutnya pada bulan ini, katanya, pengeboran terus berlanjut di Meawan West, Inul East, Inul K West, Tania, dan Elang North.Selain Kaltim Prima Coal (KPC), kontributor tambang Bumi Resources adalah PT Arutmin Indonesia. Bumi Resources menggengam saham KPC yang bergerak di tambang batu bara di Kalimantan sebesar 13,60% dan Arutmin (juga Kalimantan) 70%.Pemegang saham Bumi per akhir Desember tahun lalu adalah Vallar investments UK Limited 29,18% dan publik 68,54%.Tahun lalu perseroan menjual batu bara sebanyak 60,7 juta ton atau naik 4% dari tahun sebelumnya 63,3 juta ton.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top